nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Getaran Gempa di Tasikmalaya Dirasakan Warga seperti Truk Lewat

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 14:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 525 2172084 getaran-gempa-di-tasikmalaya-dirasakan-warga-seperti-truk-lewat-iWV4fIPXQu.jpeg Ilustrasi gempa (Foto: Ist)

JAKARTA – Gempa dengan kekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (21/2/2020). Getarannya begitu dirasakan warga seperti ada truk lewat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo menyampaikan, berdasarkan informasi BMKG menyebutkan masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran merasakan gempa dengan intensitas II – III MMI dan masyarakat di Sukabumi III MMI.

“MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah; terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” ujar Agus.

Baca Juga: Diguncang Gempa M 4,9, Tebing di Palasari Cijolang Garut Longsor

Gempa tersebut juga memicu terjadinya tebing longsor di wilayah Palasari Cijolang, Limbangan Garut. Menurut warga setempat, kata Agus, longsor terjadi sesaat setelah getaran gempa yang terjadi pukul 07.57 waktu setempat. Material longsor berada di sekitar jalan raya Limbangan – Nagreg.

“Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam berkendara saat melintasi titik terjadinya longsoran. Gempa dirasakan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,” ujarnya.

Ilustrasi

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho mengatakan, gempa tektonik ini memiliki episenter terletak pada 112 Km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dan berkedalaman 11 Km. BMKG menyebutkan bahwa gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan jenis dan mekanisme kejadian dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas zona subduksi Lempeng Indo-Australia. Aktivitas lempeng tersebut menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hingga pukul 08.21 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” kata Hendro.

Baca Juga: Gempa M4,6 Guncang Waingapu NTT, Berpusat di Laut

Sehubungan dengan kejadian tersebut, masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu hoaks. Masyarakat dapat mengakses informasi kegempaan dari institusi resmi BMKG maupun informasi kesiapsiagaan dari BNPB dan BPBD.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini