nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tembok Penahan Tebing di Garut Roboh Pascagempa M4,9, Korban Jiwa Nihil

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 15:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 525 2172113 tembok-penahan-tebing-di-garut-roboh-pascagempa-m4-9-korban-jiwa-nihil-a61h301FcI.jpg Tembok penahan tebing roboh pascagempa Magnitudo 4,9 (Foto: BNPB)

JAKARTA – Guncangan gempa yang terjadi di wilayah Palasari Cijolang, Limbangan, Garut menyebabkan tembok penahan tebing roboh pada pagi tadi, Jumat 21 Februari 2020. Tembok dengan ketinggian 14 meter dan panjang 45 meter roboh pascagempa dengan magnitudo 4,9.

Menurut Kapolsek Limbangan Kompol Hermansyah, tembok penahan tebing yang roboh berada di sekitar perumahan Pulosari Cibolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan. Sedangkan tebing yang longsor mengarah pada tepi jalan raya di sekitar jalan raya Limbangan – Nagreg. Pihak kepolisian menutup longsoran dengan plastik dan terpa gulung.

“Arus lalu lintas lancar di sekitar titik longsoran,” kata Hermansyah melalui siaran pers yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga: Diguncang Gempa M 4,9, Tebing di Palasari Cijolang Garut Longsor

Berbagai pihak, seperti BPBD, TNI, Polri, Satpol PP dan warga setempat melakukan penanganan darurat pascagempa. Pihak BPBD menyebutkan tidak ada korban jiwa dan luka setelah terjadi gempa yang terjadi pada 07.57 WIB pagi tadi.

Sebelumnya, BNPB menginformasikan bahwa gempa dengan Magnitudo 4,9 terjadi pada Jumat 21 Februari dengan episenter terletak pada 112 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya dan berkedalaman 11 km.

Tembok penahan tebing longsor foto: BNPB

Gempa dirasakan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. BMKG menyebutkan masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran merasakan gempa dengan intensitas II – III MMI dan masyarakat di Sukabumi III MMI.

MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah; terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca Juga: Getaran Gempa di Tasikmalaya Dirasakan Warga seperti Truk Lewat

Sehubungan dengan kejadian tersebut, masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu hoaks. Masyarakat dapat mengakses informasi kegempaan dari institusi resmi BMKG maupun informasi kesiapsiagaan dari BNPB dan BPBD.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini