nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Warga Italia Tewas Akibat Virus Korona, Pemerintah Tutup 10 Kota

INews.id, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 13:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 22 18 2172526 warga-italia-tewas-akibat-virus-korona-pemerintah-tutup-10-kota-NWg1wTB6Sq.jpg PM Italia, Giuseppe Conte. (Foto: Twitter @GiuseppeConteIT)

ROMA - Pemerintah Italia mengintensifkan kesiagaan setelah virus korona (Covid-19) menewaskan satu orang di sana. Seluruh ruang publik, seperti sekolah dan bar di 10 kota ditutup.

Acara publik seperti karnaval, kebaktian gereja dan acara olahraga dilarang hingga sepekan. Sementara itu, lebih dari 50 ribu warganya diminta tinggal di rumah.

Sebagaimana diberitakan AFP, Sabtu (22/2/2020), Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengatakan situasi terkendali. Dia menekankan pemerintah masih dalam tingkat kewaspadaan sangat tinggi.

Jalanan di kota-kota sepi, hanya beberapa orang terlihat berjalan di luar dan ruang publik tampak ditutup.

Bahkan di Casalpusterlengo, ada papan pesan elektronik besar di luar balai kota bertuliskan "Virus korona: warga diminta tetap berada di dalam rumah sebagai tindakan pencegahan".

Kota pertama yang ditutup adalah Codogno, dengan populasi 15.000, di mana tiga orang dinyatakan positif virus korona, termasuk seorang lelaki berusia 38 tahun dan istrinya, yang sedang hamil delapan bulan.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Tiga orang lainnya dinyatakan positif virus korona dan sedang menunggu hasil pasti uji tes mereka.

Wali Kota Codogno Francesco Passerini mengatakan, berita tentang kasus-kasus itu memicu kepanikan di seluruh kota di selatan Milan.

Baca juga: Pasien Virus Korona di Korsel Meningkat Drastis Selama 3 Hari

Pria 38 tahun, yang bekerja di Unilever di Lodi, dalam kondisi serius dalam perawatan intensif. Dia awal bulan ini makan malam dengan seorang pria yang mengunjungi China pada Januari, lalu menunjukkan gejala mirip flu, tetapi dinyatakan negatif virus korona.

Sekitar 250 orang diisolasi setelah melakukan kontak dengan kasus-kasus baru, dan 60 pekerja di Unilever dites virus korona.

Tiga kasus virus korona lain di Italia masih dalam perawatan terpisah di Spallanzani Institute di Roma.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini