nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jatuh Bangun Mahasiswa Penyandang Tuna Rungu Raih Predikat Cumlaude di UGM

krjogja.com, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 21:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 22 65 2172687 jatuh-bangun-mahasiswa-penyandang-tuna-rungu-raih-predikat-cumlaude-di-ugm-0SikJzkFNr.jpg Althaf dan Keluarga (Foto: KRjogja/Harminanto)

YOGYAKARTA - Muhammad Erwin Althaf (24) atau yang akrab disapa Althaf berhasil lulus dari Fakultas Peternakan UGM dengan predikat cumlaude. Padahal, Althaf merupakan mahasiswa berkebutuhan khusus penyandang tuna rungu.

Sekilas, sosok Althaf tampak normal seperti mahasiswa kebanyakan. Dengan perawakan tinggi, wajah Althaf lumayan tampan dengan kacamata bulat yang hampir selalu melekat.

Perjalanan Althaf ternyata tak mudah, sang ayah Dr Edi Sumarwanto membantu bercerita pengalaman jatuh bangun anaknya selama menempuh pendidikan. Althaf mengalami tuli sejak lahir, karena sang ibu drg Eny Rusdaningsih sempat mengalami permasalahan ketika usia kehamilan muda.

Kedua orangtua sempat berusaha memberikan pengobatan maksimal bagi Althaf, namun sayang takdir Tuhan tak bisa dibendung. Pendengaran Althaf tak bisa difungsikan, hanya sedikit di telinga sebelah kiri pun dalam desibel tinggi saja.

Perjuangan Althaf pun terbilang luar biasa, karena ia bersekolah di sekolah umum. Bahkan ia rela berjauhan dengan orangtua untuk menempuh SMA di Yogyakarta, hidup mandiri ditengah keterbatasan pendengaran.

"Setelah lulus SMA ternyata dia bisa masuk UGM melalui jalur SNMPTN undangan. Kami yakinkan untuk terus mengejar pendidikan sesuai yang dia inginkan. Awalnya saya khawatir dia akan kesulitan, tapi ternyata tidak seperti itu," ungkap Edi Sumarwanto usai wisuda yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, baru-baru ini.

Wisuda

Baca Juga: Rahasia Nurul Raih Gelar Sarjana Kedokteran Berpredikat Cum Laude di Usia 19 Tahun

Di bangku perkuliahan, Althaf sempat kesulitan menyerap materi dari dosen karena ia merupakan difabel tuna rungu yang mengandalkan gerak bibir untuk menangkap pemahaman, bukan dengan bahasa isyarat. Tapi, bantuan rekan-rekan dari UKM Peduli Difabel UGM membuatnya bisa bertahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan ujian pendadaran pada bulan September 2019 lalu.

"Saya sempat kesulitan, pernah dapat nilai satu mata kuliah D padahal teman-teman lain tidak ada yang dapat D. Tapi kemudian berusaha lagi dan bantuan teman-teman ternyata luar biasa pada saya," imbuh Althaf dibantu rekannya dari UKM Peduli Difabel, Bima Indra Permana.

Akhirnya, melewati empat tahun penuh perjuangan, skripsi berjudul Pengaruh Penambahan Bungkil Jintan Hitam Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Pada Domba Merino mendapat pengakuan dari dosen-dosen penguji. Predikat Cumlaude berhasil didapatkan karena nilai-nilai seluruh mata kuliah yang didapatkan pemuda kelahiran 30 Januari 1995 ini nyaris sempurna.

Kini, selepas lulus dari jenjang Strata 1, Althaf berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjutan. Althaf maupun kedua orangtuanya pun berniat untuk menujukkan fakta bahwa anak dengan kebutuhan khusus bisa meraih cita yang diinginkan jika mau membuka diri.

“Semua itu bisa kalau kita mau. Kami berharap orangtua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus mau membuka diri, jangan justru ditutup akses bagi anaknya. Tidak ada yang tidak baik yang diciptakan Tuhan, kita harus percaya itu,” pungkas Edi Sumarwanto, ayahanda Althaf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini