BPBD: Banjir Lombok Timur Menyebabkan Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 24 Februari 2020 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 340 2173072 bpbd-banjir-lombok-timur-menyebabkan-kerusakan-bangunan-dan-infrastruktur-pp17TfXdPx.jpg Ilustrasi banjir. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik mengatakan banjir bandang yang terjadi di Dusun Melempo dan Mentareng, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Minggu 23 Februari 2020 sore menyebabkan kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur.

"Rumah warga rusak ringan sebanyak empat unit. Sedangkan kerusakan infrastruktur berupa tembok sisi barat Masjid Darul Quran jebol," paparnya, sebagaimana dikutip dari situs resmi BNPB, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Banjir Bandang Landa Lombok Timur, 250 Warga Mengungsi 

Ia melanjutkan, selain kerusakan tersebut, tanggul sungai juga jebol di tiga titik. Kemudian jaringan pipa air bersih warga sepanjang 3 kilometer rusak terbawa banjir.

Dia mengungkapkan, warga terdampak berjumlah 81 KK atau 255 orang. "Tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang ini," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, banjir bandang terjadi di Dusun Melempo dan Mentareng, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Musibah tersebut berlangsung pada Minggu 23 Februari 2020, sekira pukul 16.00 Wita. Dilaporkan, banjir bandang ini dampak cuaca ekstrem sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Banjir di Lombok Timur Telah Surut, Masyarakat dan Petugas Mulai Bersih-Bersih 

"Curah hujan yang cukup intens selama seminggu terakhir dan dalam beberapa hari ke depan dengan skala rendah-sedang-tinggi di wilayah Kabupaten Lombok Timur," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo.

Selain itu, jelas dia, banjir disebabkan jebolnya tanggul Sungai Melempo.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini