nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Gerebek Pabrik Obat Kuat Rumahan di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 19:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 24 519 2173480 polisi-gerebek-pabrik-obat-kuat-rumahan-di-surabaya-TCygwKTQsf.jpg Polisi gerebek pabrik obat kuat ilegal rumahan di Surabaya. (Foto : Ist)

SURABAYA – Anggota Ditreskoba Polda Jatim menggerebek pabrik jamu obat kuat rumahan di Perumahan Babatan Pilang Blok G1 No 11, Wiyung, Kota Surabaya, pada Senin (24/2/2020). Pasalnya, produksi obat kuat dan peredarannya disinyalir tidak mengantongi izin alias ilegal.

Dalam kasus produksi obat terlarang ini, polisi menetapkan satu tersangka atas nama Candra. Dari tangan Candra, polisi menyita barang bukti berupa 20 kardus obat kuat dari berbagai merek.

Tersangka menjual satu kardus yang berisi 30 kotak jamu kuat dengan harga Rp3 juta. Tersangka memasarkan obat kuat tersebut ke berbagai wilayah Jatim.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Cornelis Simanjuntak menyatakan, pihaknya menggerebek pabrik obat kuat rumahanan di Perumahan Babatan Pilang.

"Kemudian disimpan di gudang yang ada di dua gang dari tempat produksi Jalan Babatan Pilang XVII blok H1 No 18. Tersangka mempunyai dua karyawan yang membantu dalam produksi jamu ilegal ini," tutur Cornelis.

Menurutnya, tersangka sudah 2 tahun memproduksi jamu termasuk obat kuat tersebut. Tersangka memiliki keahlian meracik jamu tersebut saat bekerja di Jawa Tengah. Dengan keahliannya itu, tersangka meracik jamu ilegal.

Dalam meracik jamu, tersangka sering menggunakan tepung herbal dan sildenefil sebagai bahan baku utama. Penggunaan sildenefil dianggap berbahaya jika tidak sesuai resep dokter.

"Dalam proses produksi dan pengedarannya tidak dilengkapi izin. Tersangka mendapatkan sildenefil dari Jakarta. Kami masih dalami ini. Tersangka akan dijerat Pasal 196 dan 197 UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya 15 tahun penjara," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini