nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Aman Susur Sungai ala Mahasiswa Pencinta Alam

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 13:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 24 65 2173224 tips-aman-susur-sungai-ala-mahasiswa-pencinta-alam-Fjw1FKgtZh.jpeg Kegiatan susur sungai. (Foto: KRJogja)

YOGYAKARTA – Kegiatan susur sungai belakangan ini menjadi perhatian publik. Hal itu dampak dari musibah yang dialami siswa SMPN 1 Turi saat melakukan aktivitas tersebut di Sungai Sempor, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat 21 Februari 2020.

Sejumlah tips pun disampaikan agar kegiatan susur sungai bisa berlangsung aman. Salah satunya dari anggota Mahasiswa Pencinta Alam UPN 'Veteran' Yogyakarta.

"Ini sebagai bentuk edukasi dari kami Mapala UPN ke masyarakat umum. Susur sungai aman jika dipersiapkan dengan benar," kata salah seorang anggota bernama Zaeni Mansyur, Minggu 23 Februari 2020, seperti dikutip dari KRJogja.

Ia menerangkan, tujuan penjelasan terkait kegiatan susur sungai ini adalah supaya anak-anak tidak takut menjelajah alam Tanah Air. Adapun tips aman melakukan aktivitas susur sungai yakni:

Pelajari Peta Sungai

Ketahui jumlah anak sungai yang menyatu. Kemudian lokasi-lokasi "tempuran" titik temu sungai. Lalu jarak dan waktu tempuh melakukan susur sungai.

Informasi dari Masyarakat Sekitar Sungai

Gali informasi terkait kondisi sungai dari masyarakat sekitar. Hal ini dinilai sangat penting menjadi perhatian, terutama terkait keadaan sungai ketika musim hujan dari tahun ke tahun.

Titik Masuk dan Keluar Sungai

Penting juga diketahui jumlah titik masuk dan keluar sepanjang sungai, terkait bentuk tepian dan dinding sungai. Tidak hanya titik mulai dan akhir yang harus disiapkan, tapi juga lokasi keluar. Setiap jarak 500 meter sebaiknya disiapkan titik keluar.

Berjalan dari Bawah ke Atas Lebih Aman

Teknik berjalan susur sungai dari bawah menuju atas (hulu) dinilai lebih aman dibanding berjalan kaki turun sungai. Sebab dengan berjalan mendaki sungai, pijakan kaki lebih kuat dan tangan bisa membantu berpegangan.

Pandangan mata dapat memantau dinding sungai dan perubahan warna air yang bisa menjadi keruh serta meningkat volumenya ketika terjadi hujan di bagian hulu. Maka itu, orientasi langit juga dibutuhkan.

Pantau Kondisi Cuaca

Pada puncak musim hujan, peluang turunnya hujan adalah pada siang hingga sore. Artinya waktu memulai susur sungai di pagi hari dinilai lebih baik, sambil memantau perkembangan cuaca.

Jaga Jarak dengan Sungai

Sungai memiliki tepian atau daratan dengan vegetasi dan medan beragam. Jika ada tepian yang cukup sulit diterobos karena kerapatan semak belukar; atau medan batuan, lerengan, dinding yang tipis dan terjal; maka bisa melambung keluar atau menjauh dari bibir sungai. Baru kemudian kembali ke jalur tepian sungai.

Disiplin Berjalan di Sisi Sungai

Peserta harus disiplin berjalan di sisi kiri atau kanan tepi sungai. Jika menghendaki melakukan penyeberangan sungai, pastikan jalur aman, tim siap, dan peralatan lengkap.

Waspada Banjir Kiriman

Banjir kiriman pada awal musim hujan biasanya membawa material tambahan. Seperti daun kering, batang kayu, bambu, sampah dan sebagainya.

Jejak luapan terjauh di tepi sungai. Bisa dilihat dari sampah yang menyangkut di rumpun bambu, rumput yang ambruk ke arah aliran air, dan lumpur yang memberikan tanda garis di dinding jembatan atau batang pohon di tepi sungai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini