nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Virus Korona, UNS Kembangkan Jahe Merah

Edi Hidayat, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 18:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 24 65 2173444 antisipasi-virus-korona-uns-kembangkan-jahe-merah-aA4BI1SQot.jpg Ilustrasi Jahe (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Merebaknya Virus Korona atau Covid-19 bisa dicegah dengan jahe merah. Jahe Merah mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi, berfungsi sebagai pencegah radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Selain itu jahe merah juga mengandung antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus maupun bakteri.

Tim peneliti dari UNS Ida Nugroho menjelaskan, jahe merah tidak seperti jahe pada umumnya, bentuk luar yang berwarna merah cenderung mudah untuk dikenali. Untuk rasanya jahe merah lebih pedas dibandingkan dengan jahe jenis lainnya.

“Jahe merah merupakan salah satu jenis herbal yang bisa mencegah masuknya virus kedalam tubuh. Budidaya jahe merah dapat bermanfaaat dan menguntungkan para petani dan masyarakat karena dapat memperoleh tambahan penghasilan dan pendapatan,” ujar Ida Nugroho, seperti dikutip dari laman UNS, Senin (24/2/2020).

Manfaat yang besar jahe merah terhadap sistem kekebalan tubuh perlu dikembangkan lebih luas. Pengembangan budidaya jahe ini bisa dilakukan pada sekitar pekarangan dengan menanam di dalam pot atau di luar pot, sehingga sangat mudah.

Jahe

Baca Juga: Mahasiswa Ini Usung Konsep Kota Low Carbon City, Apa Itu?

Pengembangan budidaya jahe merah UNS dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat sekitar 200-600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sumber lain menyatakan bahwa tanaman jahe merah juga masih dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 900 mdpl. Sedangkan di Wonorejo ketinggian sekitar 800 mdpl sehingga masih cocok untuk budidaya jahe merah.

Budidaya jahe merah dilakukan oleh tim peneliti dari UNS di antaranya Prof. Supriyono, Prof. Bambang Pujiasmanto, Sri Nyoto dan Ida Nugroho, M.Eng.

Mereka melakukan pendampingan kepada petani jahe merah. Penanaman Jahe merah pada lahan seluas 5 hektare dengan kontur tanah perbukitan ini melibatkan 70 petani.

“Budidaya jahe merah di daerah tersebut baru pertama kali dilakukan. Ke depan akan dikembangkan riset dengan luas lahan 1,5 hektare pada lahan UNS untuk dikembangkan secara intensif,” terang Ida Nugroho.

Antisipasi Virus Korona, UNS Kembangkan Jahe Merah

JAKARTA - Merebaknya Virus Korona atau Covid-19 bisa dicegah dengan jahe merah. Jahe Merah mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi, berfungsi sebagai pencegah radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.

Selain itu jahe merah juga mengandung antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus maupun bakteri.

Tim peneliti dari UNS Ida Nugroho menjelaskan, jahe merah tidak seperti jahe pada umumnya, bentuk luar yang berwarna merah cenderung mudah untuk dikenali. Untuk rasanya jahe merah lebih pedes dibandingkan dengan jahe jenis lainnya. Jahe merah

“Jahe merah merupakan salah satu jenis herbal yang bisa mencegah masuknya virus kedalam tubuh. Budidaya jahe merah dapat bermanfaaat dan menguntungkan para petani dan masyarakat karena dapat memperoleh tambahan penghasilan dan pendapatan,” ujar Ida Nugroho, seperti dikutip dari laman UNS, Senin (24/2/2020).

Manfaat yang besar jahe merah terhadap sistem kekebalan tubuh perlu dikembangkan lebih luas. Pengembangan budidaya jahe ini bisa dilakukan pada sekitar pekarangan dengan menanam di dalam pot atau di luar pot, sehingga sangat mudah.

Pengembangan budidaya jahe merah UNS dilakukan di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat sekitar 200-600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sumber lain menyatakan bahwa tanaman jahe merah juga masih dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 900 mdpl. Sedangkan di Wonorejo ketinggian sekitar 800 mdpl sehingga masih cocok untuk budidaya jahe merah.

Budidaya jahe merah dilakukan oleh tim peneliti dari UNS di antaranya Prof. Supriyono, Prof. Bambang Pujiasmanto, Sri Nyoto dan Ida Nugroho, M.Eng.

Mereka melakukan pendampingan kepada petani jahe merah. Penanaman Jahe merah pada lahan seluas 5 hektare dengan kontur tanah perbukitan ini melibatkan 70 petani.

“Budidaya jahe merah di daerah tersebut baru pertama kali dilakukan. Ke depan akan dikembangkan riset dengan luas lahan 1,5 hektare pada lahan UNS untuk dikembangkan secara intensif,” terang Ida Nugroho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini