nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahli Matematika NASA Katherine Johnson Meninggal Dunia

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 12:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 25 65 2173758 ahli-matematika-nasa-katherine-johnson-meninggal-dunia-s7Y0Uv7e5d.jpg Katherine Johnson. (Foto: Wikipedia.org)

KABAR duka menyelimuti dunia sains. Ahli matematika Amerika Serikat yang bekerja untuk badan antariksa NASA, Katherine Johnson, meninggal dunia pada Senin 24 Februari 2020. Ia wafat dalam usia 101 tahun.

Katherine Johnson merupakan ahli matematika yang bekerja pada awal misi ruang angkasa NASA. Ia sekaligus pelopor perempuan kulit hitam AS tentang masalah angkasa yang telah diabadikan dalam film 'Hidden Figures'.

Baca juga: Otak Perempuan dan Laki-Laki Punya Kemampuan Sama terhadap Matematika 

Badan antariksa NASA dalam cuitannya menyatakan keunggulan yang diwariskan Katherine Johnson mematahkan sejumlah hambatan, baik sosial maupun warna kulit.

Katherine Johnson disebut-sebut sebagai salah satu "komputer" penghitung lintasan roket dan orbit bumi secara manual selama bertahun-tahun pada awal NASA beroperasi.

Sampai 1958, Katherine Johnson dan perempuan kulit hitam lainnya bekerja di divisi komputer, sekarang disebut Langley Research Center, di Hampton, Virginia. Pekerjaan yang mereka lakukan menjadi fokus dalam film yang mendapat nominasi Oscar 2016.

Pada 1961, Katherine Johnson memperhitungkan misi pertama untuk membawa warga Amerika Serikat ke antariksa. Berlanjut pada 1962, Katherine Johnson memverifikasi beberapa perhitungan komputer tentang orbit bumi yang dilakuan oleh John Glenn.

Di usia 97 tahun, Katherine Johnson menerima Presidential Medal of Freedom, sebuah kehormatan sipil tertinggi yang diberikan kepada warga Amerika Serikat.

Baca juga: Viral! Video Hitung 35x12 Versi Asia dan Amerika, Lebih Cepat Mana? 

Awalnya Katherine Johnson fokus pada beberapa pesawat terbang dan penelitian lain. Namun, hasil karyanya di Pusat Penelitian Langley milik NASA tersebut akhirnya beralih ke 'Project Mercury', sebuah program ruang angkasa pertama Amerika Serikat.

"Kantor kami menghitung semua lintasan roket," papar Katherine Johnson kepada surat kabar The Virginian-Pilot pada 2012, sebagaimana dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (25/2/2020).

"Kalau Anda beri tahu, kapan dan di mana roket itu akan turun. Saya dapat mengatakan kepada Anda kapan, di mana, dan bagaimana meluncurkannya," ungkap Katherine Johnson.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini