nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akan Dikebiri, Seekor Babon Jantan di Sydney Kabur Bersama 2 Betinanya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 18 2174524 akan-dikebiri-seekor-babon-jantan-kabur-membawa-dua-betinanya-XJ7EVhn7IU.jpg Foto: Twitter/Michael Tran.

SYDNEY - Tiga ekor babun, melarikan diri dari fasilitas penelitian medis di rumah sakit Sydney pada Selasa sore, 25 Februari 2020, setelah kunci di pintu kendaraan pengangkut hewan dilaporkan rusak.

Satu-satunya babon jantan di antara kawanan itu dalam perjalanan untuk divasektomi, atau dikebiri, tetapi lolos dari kendaraan transpornya bersama dengan dua ekor betina, dalam upaya terakhir mempertahankan kejantanannya.

Polisi New South Wales menerima laporan tentang lolosnya para primata itu sekira jam 5.30 sore.

Rekaman yang diambil saksi mata dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang yang terkejut melarikan diri dari daerah tersebut ketika para babon berhasil lepas.

Untungnya para babon itu mencari perlindungan di sudut yang tenang dari tempat parkir, sebelum mereka dapat membahayakan diri mereka sendiri atau anggota masyarakat yang berkeliaran di kampus Rumah Sakit Royal Prince Alfred.

Babon jantan berusia 15 tahun dan dua temannya yang lebih muda akhirnya dibius oleh para ahli dari Kebun Binatang Taronga, Sydney. Mereka diyakini mereka terlibat dalam studi tentang diet, olahraga dan kejutan listrik, serta diabetes gestasional dan penyakit ginjal.

"Ini bukan Mandrill! Sebelumnya sore ini, pasukan babon melarikan diri dari fasilitas dan pergi pisang di Camperdown. Polisi dan penangan satwa liar kini memiliki situasi di bawah kendali, jadi tolong biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka dan jangan tergoda untuk ikut campur, kawan,” demikian disampaikan polisi New South Wales dalam sebuah pos media sosial yang dilansir Russia Today, Rabu (26/2/2020). Mandrill adalah sejenis kera yang mirip dengan babon.

Insiden itu meramaikan Twitter Australia pada Selasa sore. Seorang politisi Partai Hijau menyatakan dukungannya untuk para babon, sementara beberapa menyampaikan ketidaksetujuan mereka dengan hukuman yang mengerikan yang harus ditanggung hewan-hewan itu di tangan manajer media sosial kepolisian.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini