nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKN Selesai, UNS Mulai Tarik 1.738 Mahasiswanya

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 13:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 65 2174357 kkn-selesai-uns-mulai-tarik-1-738-mahasiswanya-HSZfCAebUA.jpg (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama kurang lebih 40 hari di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Malaysia, Universitas Sebelas Maret (UNS) menarik 1.738 mahasiswanya.

Penarikan para mahasiswa UNS yang menjalani program KKN itu dilakukan secara simbolik di Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Pantauan Okezone, di Grobogan, mahasiswa UNS yang melakukan KKN sebanyak 100 orang mahasiswa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten ini.

Wakil Rektor UNS Ahmad Yunus mengatakan, penarikan para mahasiswa ini menandai penarikan seluruh mahasiswa yang tersebar di Indonesia.

"Secara serentak 1.738 mahasiswa uang tengah menjalani KKN yang tersebar di Indonesia secara resmi kami tarik,"papar Ahmad Yunus, Rabu (27/2/2020).

Baca juga: Antisipasi Virus Korona, UNS Kembangkan Jahe Merah

Apa yang diungkapkan Wakil Rektor UNS Ahmad Yunus diamini oleh Juni salah satu mahasiswa Fakultas Fisip program studi Komunikasi Massa.

Menurut Juni, saat dirinya berada di Karangrayu, dirinya menemukan masih banyak warga masyarakat yang tidak bisa membaca dan menulis.

 

Selain itu, di desa Karangrayu ini pun, jumlah pendidik juga masih sangat minim. Sehingga saat KKN, banyak yang menjadi guru dadakan mengajarkan langsung pada masyarakat.

"Desa Karangrayu ini masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis. Jumlah pendidik di daerah itupun masih sangat minim sekali. Jadi kami pun menjadi guru dadakan mengajarkan membaca dan menulis," papar Juni yang mengatakan bila mayoritas penduduk di sana mata pencariannya bertani.

Menurut Juni, kondisi tersebut terjadi karena masih banyak pemikiran masyarakat yang sangat sederhana sekali. Dimana, masih banyak masyarakat yang lebih mementingkan bekerja di pabrik lebih utama.

Menanggapi persoalan yang dihadapi para mahasiswa selama KKN, Sekertaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Samsul Hadi mengatakan akan menjadi bahan evaluasi sendiri untuk KKN ke depan.

Dimana, nantinya, sebelum menempatkan para mahasiswa akan terlebih dahulu dicarikan apa yang dibutuhkan didaerah tersebut.

"Misal, daerah tersebut itu masyarakat banyak yang masih yang mengalami stanting, maka mahasiswa kedokteran yang akan kami perbanyak dikirimkan. Begitu pula kalau yang di butuhkan pendidikan, ekonomi atau masyarakat sosial, mahasiswa yang sesuai bidangnya akan kami perbanyak dikirimnya,"ujarnya.

 Baca Juga: Mahasiswa Ini Usung Konsep Kota Low Carbon City, Apa Itu?


Selain itu, ke depan, Samsul Hadi berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti sesaat.

Tapi lebih ditingkatkan lagi. Dan para mahasiswa itupun akan dilibatkan untuk mengawasi program dana desa yang sudah mulai berjalan.

Khusus KKN di Grobokan, peserta KKN ada sebanyak 100 mahasiswa dan 5 dosen pembimbing lapangan yang tersebar ke dalam 10 desa di Kecamatan Karangayung.

“Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, menjadi tema KKN di Grobogan ini,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini