nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sedikitnya 30 Orang Tewas, 250 Luka-Luka Akibat Kerusuhan Komunal New Delhi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 16:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 18 2175064 sedikitnya-30-orang-tewas-250-luka-luka-akibat-kerusuhan-komunal-new-delhi-DZRZpWacdk.jpg Foto: Reuters.

NEW DELHI - Kerusuhan komunal di Ibu Kota India, New Delhi telah menewaskan sedikitnya 30 orang, dengan lebih dari 250 lainnya terluka. Namun, setelah berhari-hari bentrokan sengit antara kelompok demonstran yang saling berlawanan terkait undang-undang kewarganegaraan, kota itu akhirnya kembali ke keadaan yang relatif tenang.

Dalam keterangan yang dilansir Russia Today, Kamis (27/2/2020), Kepala Bagian Rumah Sakit Guru Teg Bahadur, Sunil Kumar Gautam mengatakan, dengan dua orang lagi yang meninggal karena luka-luka serius selama kerusuhan, jumlah korban tewas mencapai setidaknya 30 orang pada Kamis pagi, 26 Februari 2020.

BACA JUGA: Sedikitnya 21 Tewas, Masjid Dibakar dalam Kekerasan Antaragama di India

Meski Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal sebelumnya meminta agar tentara dikerahkan ke kota untuk menghentikan kerusuhan, sejauh ini hanya polisi yang melakukan intervensi. Aparat keamanan dipersenjatai dengan pentungan, gas air mata, meriam air, dan bahkan drone dalam beberapa kasus.

Dengan polisi melakukan lebih dari 100 penangkapan sehubungan dengan kerusuhan dan melanjutkan patroli di New Delhi, kekerasan yang mencengkeram ibu kota selama tiga hari, sebagian besar telah berakhir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan “pengekangan maksimum” dan menghindari kekerasan. Dia juga mencatat bahwa pemimpin PBB itu sedih dengan laporan akan korban jiwa.

BACA JUGA: Kekerasan Komunal di Delhi Tewaskan 27 Orang, Warga Muslim Jadi Sasaran

Kerusuhan Delhi juga menjadi berita utama di Pakistan. Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menanggapi berita itu dengan menyalahkan lonjakan kekerasan pada "ideologi RSS yang diilhami Nazi," merujuk pada organisasi nasionalis Hindu sayap kanan, Rashtriya Swayamsevak Sangh.

“Sekarang 200 juta Muslim di India menjadi target. Komunitas dunia harus bertindak sekarang," kata Khan, menambahkan bahwa setiap minoritas non-Muslim yang ditargetkan di Pakistan akan ditangani "secara ketat".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini