nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Risma : Bali Indah, tapi Kesadaraan soal Sampah Belum Tertanam

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 15:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 519 2175039 risma-bali-indah-tapi-kesadaraan-soal-sampah-belum-tertanam-37P0oFDiqf.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan bagaimana cara penanganan pengolaan sampah yang baik terhadap Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, saat berkunjung ke kota pahlawan.

Ketika berada di Surabaya, I Nyoman Adi Wiryatama bersama Risma mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kecamatan Bratang dan menanam pohon bambu di Taman Harmoni, Keputih, Surabaya, Kamis (27/2/2021).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut yakni Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Komisaris PT SIER Didik Prasetyono.

Mereka berdiskusi soal potensi kolaborasi kedua daerah dalam menangani permasalahan sampah. Risma siap menghibahkan sistem pengelolaan sampah di Surabaya agar bisa diterapkan di Bali.

“Bali sungguh indah. Tapi karena jutaan wisatawan datang, dan kesadaran soal sampah belum benar-benar tertanam di orang-orang itu, akhirnya sampah jadi masalah. Gubernur Bali Pak Wayan Koster sudah sangat luar biasa dalam menangani sampah, termasuk melarang penggunaan plastik,” ujar Risma.

Ke depan, pengelolaan sampah yang sudah mulai diperhatikan serius di Bali perlu ditingkatkan kualitasnya, termasuk dengan mengonversi limbah menjadi berbagai barang yang berguna.

“Pengelolaan sampah harus jadi kompos. Soal besar atau kecil tidak masalah. Dari pupuk kompos ini kita gunakan untuk memupuk taman. Kalau tidak pakai pupuk kompos, biaya mahal,” ucap Risma.

Dari sampah ini pula, sambung Risma, juga bisa dijadikan listrik. Contohnya PLTSa Bratang yang sukses bisa mengaliri listrik Taman Flora Kebun Bibit, Bratang, Surabaya. Apalagi pembangunan PLTSa Bratang ini tidak membutuhkan anggaran banyak sekitar Rp200 juta.

“PLTSa ini menggunakan sistem gasifikasi atau dengan sistem pemanasan. Jadi kita gunakan plastik yang tidak bisa dijual seperti plastik bungkus permen, plastik mie instan dan lain sebagainya. Dari segi anggaran sangat efisien, karena cukup murah,” tutur Risma.

Terkait bantuan pohon bambu dari Ketua DPRD Bali, Risma meminta jangan dilihat dari bambunya. Sebab bambu memiliki banyak manfaat seperti bisa menyimpan air.

Baca Juga : Remaja di Cirebon Ditangkap Polisi Gegara Nekat Curi Kotak Amal Masjid

Sehingga nanti di daerah sekitar pohon bambu akan muncul sumber-sumber mata air baru. Selain itu, juga bisa menanggulangi banjir dan memperbaiki oksigen di Surabaya.

“Saya ucapkan terima kasih sekali atas bantuan ini, karena akan menambah keanekaragaman hayati di Surabaya. Setiap binatang mempunyai kesenangan yang berbeda-beda. Dengan adanya pohon bambu ini akan datang fauna-fauna di Surabaya,” jelas Risma.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, saat ini ada permasalahan besar di Bali yakni soal sampah. Sampah-sampah yang ada hanya ditumpuk di TPA tanpa ada daur ulang, apalagi diolah menjadi listrik seperti di Surabaya.

“Soal PLTSa di Bali masih kita rencanakan. Kami akui memang agak terlambat soal pengelolaan sampah ini. Makanya kami belajar ke Surabaya untuk pengelolaan sampah yang menurut kami sangat baik. Soal sampah, kami tidak berfikiran sampai diolah jadi listrik. Tidak ada listriknya ga masalah yang penting urusan sampah selesai,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengaku, sangat mengapresiasi kerjasama antara Surabaya dengan Bali ini, yang diwujudkan dengan penanaman pohon bambu khas Bali ini.

"Bambu merupakan pohon rakyat. Sehingga kerjasama ini diharapkan mendatangkan manfaat besar bagi rakyat. Bisa dibidang lingkungan hidup, pariwisata dan budaya," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini