nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekap Sopir Angkot, Begal Berjimat Jenglot Ditangkap

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 23:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 525 2175237 sekap-sopir-angkot-begal-berjimat-jenglot-ditangkap-rhHmq5b5H9.jpg Begal angkot di Bandung (Foto; Okezone/CDB)

BANDUNG - Jalaludin (28) berhasil diselamatkan polisi dan rekan sesama sopir angkutan umum, setelah pengemudi angkutan dengan trayek Elang - Gedebage itu dirampas dan disandera oleh seorang pemuda pengangguran bernama Andres Komaruddin (24)‎.

Kejadian yang menimpa Jalaludin, terjadi pada Rabu 27 Februari. Saat itu ia tengah menunggu penumpang, di Jalan BKR, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

Tiba-tiba ia dihampiri pelaku, sambil menodongkan sebilah golok kepadanya. Korban yang ketakutan langsung menyerahkan kunci mobil.

"Dia minta saya duduk di bangku penumpang dan dirinya duduk sebagai sopir," ujar Jalaludin di Mapolsek Regol, Jalan Mohammad Toha Bandung, Kamis (27/2/2020).

Setelah itu, pelaku mengarahkan kendaraannya ke Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Korban yang dalam kondisi ketakutan, berusaha menghubungi rekan sesama sopir dengan menggunakan ponsel miliknya.

Rekan korban yang mendapat informasi itu, langsung menyebarkan informasi tersebut ke rekan lainnya dan melaporkan kepada pihak kepolisian.

Bersama polisi dan rekan korban, akhirnya dapat mendapati korban dan pelaku di dekat pertigaan Gedebage. Rekan-rekan korban langsung menyerang pelaku.

Meski sempat jadi bulan-bulanan massa, polisi berhasil meredam emosi para sopir angkutan dan langsung mengamankan pelaku. Saat diamankan pelaku pun tidak mengalami luka sedikit pun.

"Saat diamankan, dari pelaku kita temukan sejumlah jimat. Seperti beda mirip jenglot, jimat sabuk dan sebilah golok," kata kata Kapolsek Regol Kompol Auliya Djabar, saat ungkap kasus di waktu dan tempat yang sama.

Menurut pengakuan pelaku, jimat itu digunakan untuk melindungi diri. Hal itu terbuktikan dengan kondisi pelaku, yang dalam kondisi tidak terluka setelah jadi sasaran massa.

"Menurutnya dia terbukti sebagai pelindung diri," ucapnya.

Sementara disinggung soal motif pelaku melakukan perampasan, karena pelaku hanya ingin, memiliki angkot itu untuk dijual.

Pelaku berdasarkan penuturan para saksi yang diperiksa, kerap melakukan pemerasan terhadap sopir-sopir angkutan umum.

"Dia (pelaku) juga tercatat sebagai seorang mantan narapidana dengan kasus curanmor dan penusukan. Dirinya sempat menjalankan hukuman pidana pada tahun 2017, kemarin," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 KUHPidana, tentang pencurian disertai kekerasan, dengan ancaman pidana di atas lima tahun.

Sempat diwawancarai, Andres mengaku mendapat jimat tersebut, dari saudaranya. Ia kerap membawa jimat tersebut untuk menjaga diri.

"Biasa dibawa, setiap hari. Sehari-hari saya enggak kerja, nganggur," singkatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini