nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi India Tangkap 514 Orang Terkait Kekerasan Antaragama di New Delhi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 28 18 2175646 polisi-india-tangkap-514-orang-terkait-kekerasan-antaragama-di-new-delhi-ANfO23Outj.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Polisi India telah menangkap 514 orang terkait kekerasan mematikan antara kelompok Hindu dan Muslim yang pecah di Ibu Kota New Delhi.

Menurut keterangan kepolisian yang dilansir Reuters, Jumat (28/2/2020), jumlah korban jiwa dari kekerasan berdarah itu mencapai 35 orang. Namun media setempat, mengutip sumber anonim, melaporkan kemungkinan ada lebih dari 40 korban yang tewas dalam kerusuhan tiga hari itu, karena tingkat kekerasan belum sepenuhnya jelas.

BACA JUGA: Sedikitnya 21 Tewas, Masjid Dibakar dalam Kekerasan Antaragama di India

Sampai berita ini diturunkan polisi masih mencari saluran air dan rumah-rumah yang dibakar untuk menemukan mayat korban.

Kepolisian juga telah mengerahkan lebih banyak pasukannya ke masjid-masjid di daerah timur laut New Delhi, yang menjadi pusat kekerasan, untuk melakukan penjagaan saat salat Jumat mingguan digelar. Pemerintah setempat mengatakan bahwa tidak ada kekerasan baru yang terjadi sejak Rabu pagi, 26 Februari 2020.

Kekerasan bermula dari protes terhadap atas Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) kontroversial yang diperkenalkan oleh pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi pada Desember 2019. Undang-undang itu membuka jalan bagi enam kelompok agama di negara-negara tetangga untuk mendapatkan kewarganegaraan India, tetapi tidak untuk kelompok Muslim.

BACA JUGA: Kerusuhan di New Delhi Menewaskan Puluhan Orang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Oleh para pengkritiknya, undang-undang itu dianggap diskriminatif, sehingga memicu protes, terutama dari warga Muslim India. Namun, demonstrasi itu berubah menjadi kekerasan dan pertikaian di jalan-jalan antara kelompok Hindu dan Muslim.

Pihak oposisi mengkritik pemerintahan dan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa atas terjadinya kekerasan pekan ini. Tetapi BJP membantah semua tuduhan dan kritik tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini