nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Akibat Kerusuhan di New Delhi India Meningkat Jadi 42 Orang

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 28 Februari 2020 18:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 28 18 2175755 korban-tewas-akibat-kerusuhan-di-new-delhi-india-meningkat-jadi-42-orang-HQ2SG2o0pX.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

NEW DELHI - Setidaknya 42 orang tewas dan lebih dari 250 lainnya luka-luka ketika gerombolan bersenjata mengamuk di bagian timur laut Delhi, New India sejak Minggu 23 Februari.

Polisi hingga saat ini masih mencari saluran air dan rumah-rumah yang dibakar untuk menemukan mayat korban.

Kerusuhan dengan kekerasan dimulai setelah pemimpin Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa Kapil Mishra memberikan ultimatum tiga hari kepada para demonstran yang menolak Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) di daerah itu untuk dibereskan.

“Tiga hari ultimatum untuk Kepolisian Delhi membersihkan jalan di Jaffrabad dan Chand Bagh. Setelah ini, kami tidak akan mendengarkan Anda," katanya melansir The Statesman, Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Sedikitnya 21 Tewas, Masjid Dibakar dalam Kekerasan Antaragama di India

Baca juga: Kerusuhan di New Delhi Menewaskan Puluhan Orang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Hakim dari Pengadilan Tinggi Delhi menegur polisi negara bagian Delhi karena tidak melakukan tindakan terhadap pemimpin Kapil Mishra memberikan pidato kebencian terhadap para demonstran anti-CAA dan menargetkan Muslim.

Namun, Hakim Muralidhar, yang melakukan kritik, dipindahkan ke Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana.

RUU CAA memperbolehkan warga non-Muslim asal Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan yang masuk ke India secara ilegal, untuk menjadi warga negaranya.

Pemerintah India yang kini dikuasai oleh BJP, mengatakan undang-undang ini akan memberi perlindungan bagi orang-orang yang melarikan diri dari persekusi agama.

RUU ini memicu aksi protes sejak diloloskan tahun lalu, beberapa di antaranya berujung bentrok.

Polisi India telah menangkap 514 orang terkait kekerasan mematikan antara kelompok Hindu dan Muslim yang pecah di Ibu Kota New Delhi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini