nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Umrah Disetop, 90 Jamaah di Jambi Terancam Batal Berangkat

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 09:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 28 340 2175402 umrah-disetop-90-jamaah-di-jambi-terancam-batal-berangkat-EfmP6QV33y.jpg Kakbah (Foto: Ist)

JAMBI – Dampak dari kebijakan Kerajaan Arab Saudi menghentikan sementara umrah dan ziarah ke Tanah Suci bagi semua warga negara, terkait wabah virus korona (Covid-19) berdampak besar bagi jamaah Indonesia. Misal di Jambi, puluhan jamaah umrah dari salah satu travel batal berangkat. 

Zayadi Ismail, Pimpinan Biro Perjalanan Umrah Bina Insani, Kota Jambi mengaku tidak menduga adanya kebijakan mendadak dari Kerajaan Arab Saudi. Meski, pihaknya menerima kebijakan tersebut.

"Tujuan Arab Saudi baik dan kita menunggu juga kepastian pemerintah dari Arab Saudi kapan dibuka kembali agar jamaah yang sudah booking bisa berangkat," tuturnya, Jumat (28/2/2020).

Baca Juga: PPP: Penyetopan Umrah Secara Mendadak Merugikan Jamaah Indonesia

Menurut Zayadi, rencananya pada 20 Maret 2020 mendatang ada dua grup yang mau berangkat ke Tanah Suci dengan jumlah 90 orang. Namun, saat ini belum bisa diproses lantaran belum ada kepastian.

"Kalau proses paspor jamaah umrah sudah, kemarin booking sudah, tinggal masukkan pengajuan visanya lagi," ungkap Zayadi.

Kakbah Foto: Ist

Atas kejadian tersebut, pihaknya akan sosialisasikan ke pihak jamaah guna memberikan pengertian. "Kita tidak menginginkan adanya kejadian tersebut, karena ini memang sesuatu darurat," imbuhnya.

Di samping itu, dia menambahkan, pada 25 Februari 2020 lalu, jamaah yang menggunakan jasa bironya baru balik dari Arab Saudi. Totalnya, ada 45 orang dan sehat semua.

"Harapan saya, sembari berdoa wabah virus korona cepat berlalu, sehingga jamaah umrah, ziarah dan haji bisa berangkat lagi tanpa ada kendala," katanya.

Baca Juga: Ketegangan Jamaah Umrah Indonesia saat Pesawat Sempat Dilarang Mendarat di Saudi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini