nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cinta Ditolak, Pemuda di Semarang Nekat Coba Perkosa Tetangga

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 06:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 28 512 2175345 cinta-ditolak-pemuda-di-semarang-nekat-coba-perkosa-tetangga-AYLmYDXnV0.jpg Ilustrasi penangkapan pelaku pemerkosaan. (Foto: Shutterstock)

SEMARANG – Seorang pemuda pekerja bangunan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, ditangkap petugas kepolisian karena nekat melakukan percobaan tindak pemerkosaan terhadap pujaan hatinya. Alasannya, pelaku sakit hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.

Pelaku adalah AS (27), warga Desa Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Sementara gadis pujaannya merupakan kembang desa berinisial MDL (22).

Kasus percobaan pemerkosaan itu dipergoki langsung oleh orangtua korban. Mendadak terdengar suara gaduh dari kamar anak gadisnya. Lantaran curiga, orangtua korban langsung mengecek kamar dengan mendobrak pintu yang dalam keadaan terkunci.

"Saat pintunya terbuka ada seorang laki-laki di dalam kamar. Dia berusaha melakukan aksi percobaan pemerkosaan terhadap anaknya," kata Kapolsek Mijen Kompol Budi Abadi, Kamis 27 Februari 2020.

Pelaku yang kaget dipergoki orangtua korban tidak dapat berbuat banyak. Dia akhirnya menyerah saat diringkus oleh orangtua korban yang diinginkannya menjadi calon mertua. Pelaku pasrah saat digelandang ke kantor polisi.

"Orangtua korban langsung menangkap pelaku dan diserahkan ke polisi. Untuk kondisi korban menderita luka-luka di bagian wajah, leher, dan mata sebelah kiri merah karena dicengkeram tangan tersangka," jelas dia.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah lama mengenal MDL karena hidup bertetangga. Dia pun mulai memendam cinta karena gadis yang dikenal sejak remaja tumbuh menjadi perempuan cantik dan menarik. Pelaku lantas menyampaikan rasa cintanya.

"Tersangka ini suka sudah tujuh tahun lalu, semenjak korban umur 15 tahun. Kemudian tersangka coba memerkosa karena cintanya ditolak. Harapannya kalau hamil, dia bersedia dinikahi," lugasnya.

Ia mengatakan pelaku kini mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 285 juncto Pasal 53 Ayat (1) KUHP atau Pasal 289 juncto Pasal 53 Ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya maksimal delapan tahun penjara.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini