nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YIA Beroperasi, Bekas Lahan Parkir Bandara Adisutjipto Dijadikan Park & Ride

Harian Jogja, Jurnalis · Sabtu 29 Februari 2020 08:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 29 510 2175982 ia-beroperasi-bekas-lahan-parkir-bandara-adisutjipto-dijadikan-park-ride-yoRJSsgy7z.jpg ilustrasi

YOGYAKARTA - Lahan parkir depan Bandara Adisutjipto yang telah habis masa sewa oleh PT Angkasa Pura pada Maret 2020, akan dibangun park & ride sebagai salah satu titik perpindahan atau transfer poin calon penumpang pesawat yang melalui Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto menjelaskan lahan parkir yang dikelola PT Angkasa Pura di depan Bandara Adisutjipto akan habis masa sewa pada Maret mendatang. Karena itu, pihaknya merencanakan pemanfaatan lahan itu sebagai salah satu titik perpindahan penumpang menuju YIA. Konkretnya ke depan akan dibangun park and ride di lahan tersebut.

Menurutnya, Gubernur DIY sudah memberikan lampu hijau pemanfatan lahan tersebut. Selain untuk menunjang akses menuju YIA, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas agar tidak banyak angkutan masuk ke kota. Dan cukup diparkir ke park and ride tersebut kemudian masuk kota memakai angkutan umum.

“Saat ini sudah ada business plan sudah ada gambar, desain. Nanti akan ditindaklanjuti dengan DED, kalau sudah DED sudah ada gambar lengkap bangunannya, kalau sekarang belum ke detail itu,” ungkapnya seperti dilansir dari Harianjogja.com.

Ia menambahkan, lahan tersebut lebih dari satu hektare, sehingga cukup untuk dibangun park & ride dengan berbagai fasilitasnya seperti hotel, restoran. Adapun konsep parkir yang akan diterapkan masih seperti biasa tidak di bawah tanah. Di lokasi itu pula rencananya akan jadi titik city check in bagi calon penumpang pesawat yang melalui YIA.

“Fasilitas mungkin ada penginapan [hotel], co working space, warung toko, restoran, integrasi ke city check in ke YIA, orang bisa meninggalkan mobil di sana, kemudian berangkat ke YIA pakai kereta api atau angkutan umum lainnya. Artinya orang dari utara timur [yang akan menuju YIA] tidak perlu bawa mobil cukup parkir di situ,” tuturnya.

Baca Juga : Umrah Dihentikan Sementara, 1.685 Jamaah Indonesia Tertahan di Negara Transit

Soal sumber anggaran, pembangunan fasilitas tersebut tidak harus menggunakan APBD, melainkan bisa melalui proses investasi melibatkan pihak swasta. Karena itu, setelah disetujui semua pihak, akan segera dibuat DED.

Dinas Perhubungan DIY akan kembali mempresentasikan lebih detail kepada Gubernur DIY terkait rencana ini. “Kemarin sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur, tetapi akan kami presentasikan detail lagi,” ujarnya.

Bandara Adisutjipto, sambungnya, sebenarnya termasuk intermoda yang menjadi satu, di mana ada pesawat, kereta api dan angkutan darat lainnya. Konsep ini juga akan dibawa ke YIA untuk diintegrasikan beberapa moda transportasi. Saat ini beberapa armada masih menunggu jadwal karena jika akan menambah volume saat ini dikhawatirkan tidak sinkron dengan jadwal penerbangan.

“Karena hubungannya dengan jadwal penerbangan di sana, karena kan harus nge-link, kan enggak bisa, saya menetapkan jadwal pergi ke Jogja tetapi jadwal pesawatnya belum tahu, hal seperti ini kami sampaikan termasuk untuk jangka menengah akses ke KSPN [kawasan strategis pariwisata nasional] Borobudur,” katanya.

Tavip menyatakan kereta api saat ini belum menyambung ke bandara dan masih menggunakan shuttle untuk bisa sampai ke YIA. Sementara Damri akan melayani beberapa jalur dan di Angkasa Pura sudah dilelangkan beberapa paket transportasi seperti Taksi, Premium, Bus. Sampai saat ini DIY sudah menetapkan angkutan khusus menuju YIA melalui SK Gubernur DIY.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini