ITB Sisipkan Ai hingga Iot ke Kurikulum

Edi Hidayat, Okezone · Senin 02 Maret 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 65 2176749 itb-sisipkan-ai-hingga-iot-ke-kurikulum-8NQqAm6huy.jpg Ilustrasi Education (Foto: Corbis)

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) mengimplementasikan program Kampus Merdeka dalam program studi. Dalam penerapannya, juga mengikuti tren lingkungan nasional maupun global, serta implikasinya pada kebutuhan SDM Indonesia.

Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai kajian terhadap efek-efek disruptif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Dalam lima tahun terakhir ITB telah memperkenalkan emerging fields seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) baik dengan cara disisipkan ke dalam kurikulum, maupun sebagai bagian penelitian dosen dan mahasiswa.

"ITB juga terus-menerus melakukan penyempurnaan kurikulum dan sistem pembelajaran baik pada jenjang S1, S2, maupun S3,” tambahnya, di sela Dies Natalis ke-61, seperti dikutip dari laman ITB, Senin (2/3/2020).

Mengenai akreditasi program studi, disampaikan Rektor, hingga saat ini, sebanyak 92% dari keseluruhan jumlah program studi di ITB sudah meraih akreditasi A dari BAN-PT. Hampir sepertiga dari keseluruhan jumlah prodi telah meraih akreditasi internasional.

“Selanjutnya mengenai transformasi menjadi PTN Badan Hukum. ITB telah mengadopsi paradigma Perguruan Tinggi Otonom sejak menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT-BHMN) dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No.155 Tahun 2000,” jelas Prof. Reini.

ITB
(Foto: Kampus ITB/Laman ITB)

Baca Juga: Unas-ITB Perkuat Kurikulum Teknik Fisika

Sementara itu mengenai pembelajaran di luar program studi, ITB telah mengembangkan berbagai skema untuk meningkatkan outreach dan engagement dengan berbagai elemen di masyarakat. Di antaranya KKN yang diselenggarakan berdasarkan tema yang kontekstual (KKN-Tematik), Kerja Praktek (KP) yang diselenggarakan dengan melibatkan industri dan alumni, dan program magang di industri atau di komunitas sosial.

“Izinkan saya memaknai kebijakan Kampus Merdeka sebagai kemerdekaan dalam kecendekiaan serta pengembangan akhlak dan budi pekerti para sarjana, kemerdekaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan demi kemajuan dan kedaulatan bangsa Indonesia, kemerdekaan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, dan kemerdekaan untuk kemaslahatan masyarakat dunia,” tambahnya.

Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar sidang terbuka peringatan Dies Natalis ke-61 di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Senin, 2 Maret 2020. Sidang terbuka diikuti oleh Rektor, Pimpinan ITB, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Forum Guru Besar, tamu kehormatan, dosen dan mahasiswa, serta segenap civitas academica ITB.

Pada peringatan Dies Natalis ke-61, ITB memberikan anugerah Doktor Kehormatan kepada Prof. Ben L. Feringa dan gelar Profesor Kehormatan kepada Prof. Julie Willis dari The University of Melbourne Australia, Prof. Ben L. Feringa dari University of Groningen Belanda, dan Prof. Johan Woltjer dari University Westminster Inggris atas kontribusi dan kiprah mereka selama ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prof. Julie Willis adalah profesor di bidang arsitektur pada Faculty of Architecture, Building, and Planning The University of Melbourne Australia, Prof. Johan Woltjer adalah profesor di bidang Urban Infrastructures pada University Westminster Inggris.

Prof. Ben L. Feringa adalah peraih Nobel Prize di bidang Kimia tahun 2016. Ia seorang kimiawan organik (organic chemist) yang berhasil membuat suatu senyawa unik, yaitu turunan alkena dengan substituen meruah (overcrowded alkenes), dengan sifat fisik yang unik pula. Sifat unik dari senyawa organik jenis ini adalah adanya dua keisomeran sekaligus, yaitu keisomeran-cis/trans, dan keisomeran kiralitas “helik-kanan/helik-kiri” akibat substituen yang meruah tersebut, sehingga menghasilkan total empat isomer yang stabil.

Adapun tim promotor pemberian doktor kehormatan dan profesor kehormatan tersebut di antaranya Prof. Akhmaloka, Ph.D., Prof. Yana Maolana Syah, M.S., Ph.D., Prof. Dr. Euis Holisotan Hakim, M.S., Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, Apt., M.Sc., dan Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.

Pada momen Dies Natalis ke-61 ini juga, ITB memberikan penghargaan kepada sejumlah dosen, tenaga kependidikan, dan pihak lainnya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya, prestasi, dan dedikasi yang luar biasa kepada institusi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini