nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Mahasiswa Berprestasi ITS, Ibrahim Arsy Ingin Jadi Ilmuwan

Edi Hidayat, Okezone · Selasa 03 Maret 2020 15:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 03 65 2177478 jadi-mahasiswa-berprestasi-its-ibrahim-arsy-ingin-jadi-ilmuwan-0x3Yr05fLT.jpg Ibrahim Arsy (Foto: ITS)

Baginya, menjadi Mawapres merupakan salah satu jalan untuk mengabdikan diri. Selain itu, menjadi Mawapres juga merupakan jalan untuk menggali dan mendalami bidang keilmiahan, karena semakin banyak pengalaman, ilmu, peluang, dan kesempatan yang bisa ia ambil.

Lewat inovasi cerdasnya, tahun 2019 lalu Arsy berhasil mengantongi satu medali emas di Malaysia Technology Expo (MTE) dan tiga medali emas di International Innovation Fair 2019 dan Kaohsiung International Invention and Design Expo.

Baca Juga : Mahasiswa Ini Raih Juara Olimpiade Matematika Tingkat Dunia

Berbicara soal ilmu murni, stigma bahwa sains itu berat dan membingungkan ditepis begitu saja oleh Arsy. Baginya, ilmu murni itulah yang mendasari segala ilmu terapan yang ada. “Dengan mendalaminya, akan lebih mudah untuk mengeksplor ilmu lainnya,” ujarnya.

Menjadi seseorang yang berprestasi dan getol dalam keilmiahan tak membuat Arsy menutup mata dengan kegiatan lain, salah satunya aktif berorganisasi. Alumnus SMA Lazuardi GIS ini merupakan anggota Ristek BEM ITS dan Trainer keilmiahan ITS yang sangat mendukung dan memberinya motivasi menjadi seorang Mawapres. “Para Mawapres ITS 2019 itu juga menjadi raksasa inspirasi saya,” tutur mahasiswa asal Depok ini.

Baca Juga : Ciptakan Aplikasi untuk Sehatkan Mental, 2 Sosok Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Semua pengalaman berorganisasinya itu memberikan dampak yang besar bagi Arsy. Ia mengaku suka bertukar pikiran dengan orang lain yang jauh lebih berilmu. Pun dari mereka, ia belajar beretika, bersosialisasi, hingga berpikir kritis. “Hal itu melatih dan menempa diri saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.

Ketika ditanya soal tips menjadi seseorang Mawapres sekaligus aktif berorganisasi, Arsy memegang kunci utama yaitu manajemen waktu yang baik. Dia menyarankan agar perencanaan kegiatan atau lomba dari jauh-jauh hari. "Hindari sistem kebut semalam,” ujar mahasiswa yang juga menjadi asisten laboratorium Fisika Instrumentasi ini.

Di akhir wawancara, Arsy berpendapat bahwa semua orang pasti memiliki inovasi, inspirasi, dan porsinya masing-masing dalam berprestasi. Yang terpenting adalah terus menjaga semangat berinovasi, berprestasi, dan bermanfaat untuk orang lain.

“Semua orang bisa menjadi Mawapres, tetapi tidak semua orang ‘mau’ menjadi Mawapres. Maka teguhkan niat dan rencanakan jalan anda untuk menjadi Mawapres di jalan masing-masing,” pungkasnya. (edi)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini