nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri Setelah 8 Bulan Menjabat

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 11:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 04 18 2177913 perdana-menteri-ukraina-mengundurkan-diri-setelah-8-bulan-menjabat-z1DUqX9NJK.jpg PM Ukraina Oleksiy Honcharuk. (Foto: Reuters)

KIEV - Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk mengajukan pengunduran dirinya pada Selasa, 3 Maret 2020. Ini adalah kedua kalinya Honcharuk mengundurkan diri dalam dua bulan terakhir. Politikus berusia 35 tahun itu mulai menjabat sebagai Perdana Menteri Ukraina sejak Agustus 2019.

Anggota parlemen dari partai yang berkuasa akan meninjau dan memutuskan apakah akan menerima pengunduran diri Honcharuk selama sesi khusus pada Rabu, 4 Maret 2020.

Menteri keuangan dan menteri luar negeri juga dapat diganti sebagai bagian dari perombakan kabinet.

Wakil Perdana Menteri Denys Shmygal diperkirakan akan menggantikan Honcharuk. Shmygal sebelumnya menjabat sebagai kepala administrasi regional di wilayah Ivano-Frankivsk barat sebelum mengambil peran sebagai wakil perdana menteri bulan lalu.

Tidak ada komentar langsung dari Honcharuk atau Presiden Volodymyr Zelenskiy. Tidak jelas apa yang mendorong Honcharuk untuk sekarang mengajukan pengunduran dirinya untuk kedua kalinya, demikian diwartakan Deutsche Welle, Rabu (4/3/2020).

Pada Januari 2020, Honcharuk berusaha untuk meninggalkan jabatannya setelah dalam rekaman audio yang bocor dia sepertinya menyebut Presiden Zelenskiy seorang "orang awam" di bidang ekonomi. Zelenskiy adalah mantan komedian tanpa pengalaman politik sampai ia mulai menjabat sebagai Presiden Ukraina pada 2019.

Pada saat itu, Zelenskiy menolak pengunduran diri Honcharuk, mengatakan bahwa dia bersedia memberinya kesempatan kedua. Dia menambahkan bahwa saat itu bukan waktu yang tepat untuk mengguncang Ukraina secara politis.

Zelenskiy menang telak dalam pemilihan April tahun lalu sebagai orang luar politik yang berjanji akan memberantas korupsi. Sejak itu, peringkat persetujuan untuk pemerintahannya telah turun, terutama setelah perjuangan untuk mengakhiri perang melawan separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbass timur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini