Rakernas UT, Kemendikbud Ingatkan 9 Peringatan Keras Menteri Nadiem

Hambali, Okezone · Jum'at 06 Maret 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 65 2179177 rakernas-ut-kemendikbud-ingatkan-9-peringatan-keras-menteri-nadiem-JaUTJpdNb2.jpg Rakernas Tahun Anggaran 2021 Universitas Terbuka (UT) di Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Kementerian Pendidikan dam Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan kembali sikap tegas Menteri Nadiem Makarim soal 9 Peringatan keras bagi perguruan tinggi di seluruh Tanah Air.

Di antara 9 peringatan itu adalah, perilaku anti pancasila, pelanggar integritas, tindakan pidana korupsi, perilaku kolusi, perilaku nepotisme, perilaku gratifikasi, perilaku plagiasi, tindakan jual-beli gelar, serta tindakan radikalisme.

Baca Juga: Daftar Kampus Top 2020 Tingkat Dunia, Asia hingga Indonesia

"Saya ingin mengingatkan kembali, jika Mas Menteri mengeluarkan 9 peringatan keras yang tidak ada ampun bagi yang melanggarnya, tanpa terkecuali," kata Inspektorat Jenderal Kemendikbud, Muchlis Rantoni Luddin, saat Rakernas Tahun Anggaran 2021 Universitas Terbuka (UT) di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (6/3/2020).

Rakernas Tahun Anggaran 2021 Universitas Terbuka (UT) di Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel (foto: Okezone/Hambali)	 

Lebih lanjut Muchlis menambahkan, era Menteri Nadiem membawa banyak terobosan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya adalah dengan menerapkan program Kampus Merdeka, yang merupakan lanjutan dari program Merdeka Belajar.

"Kampus merdeka ini tentu membuat terobosan agar bagaimana setiap mahasiswa berkreasi dan aktif menyesuaikan pesatnya laju perkembangan zaman. Tapi disamping itu, ada juga aturan-aturan yang tak boleh dilanggar, seperti 9 peringatan tersebut," jelasnya.

"Ini harus cepat diadaptasikan di perguruan-perguruan tinggi. Karena memang yang dituju adalah peningkatan mutu dan kualitas. Sejalan dengan apa yang ditargetkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi, di mana sumber daya jadi fokus utama. Kalau periode sebelumnya pada infrastruktur, maka saat ini pada kualitas mutu sumber daya manusia," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UT, Mohamad Yunus, mengungkapkan, kampus UT terus melakukan penyesuaian untuk menerapkan terobosan Menteri Nadiem. Termasuk soal program Kampus Merdeka.

Baca Juga: Kualitas Pendidikan Indonesia Disebut Tertinggal 128 Tahun dari Negara Maju 

"Saya kira ini semua menjadi tantangan kita bersama. UT aktif melakukan akselerasi itu. 9 Peringatan itu misalnya, harus dipahami dan diterapkan tidak hanya bagi mahasiswa, tapi juga dosen, pegawai, rektorat dan seterusnya," ucapnya.

Menteri Nadiem sebelumnya menyebut dosa yang tidak bisa dimaafkan jika terjadi di perguruan tinggi, yakni intoleransi, kekerasan seksual serta praktik bullying. Hal itu dikatakan Nadiem, menyusul merebaknya beberapa kasus yang di antaranya soal pelecehan seksual di lingkungan kampus.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini