nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Setuju Serahkan Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak ke Prancis

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 09:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 12 18 2182021 iran-setuju-serahkan-kotak-hitam-pesawat-ukraina-yang-ditembak-ke-prancis-BptQMMDDd9.jpg Puing pesawat Ukraine Internasional Airlines yang ditembak militer Iran. (Foto/Mehr News/Wikimedia)

MONTREAL - Iran bersedia menyerahkan kotak hitam pesawat Ukraina International Airlines yang jatuh ke Ukraina atau Prancis untuk dianalisis.

Menurut AFP yang dikutip Channel News Asia, perwakilan Iran di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional di Montreal, Farhad Parvaresh, mengatakan kotak hitam akan dikirim ke Kiev.

Kotak hitam diperkirakan berisi informasi saat-saat terakhir sebelum pesawat jet Ukraina International Airlines terkena rudal dan jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara Teheran pada 8 Januari.

Di Ottawa, Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne menyambut komitmen Iran untuk menyerahkan kotak hitam, dengan mengatakan Iran melakukan langkah ke arah yang benar.

"Saya menyambut janji Iran," katanya, "tetapi saya lebih suka menilai tindakan mereka begitu kotak hitam ada di Eropa dan kami memiliki ahli kami sendiri yang telah mampu menganalisis (kotak hitam)."

Baca juga: Pilot Bersikeras Pesawat Ukraina Ditembak Rudal

Duta Besar Ukraina untuk Kanada, Andriy Schevchenko, dalam sebuah tweet mengatakan negaranya juga "menyambut keputusan Iran".

Ia menambahkan bahwa "jika keahlian tambahan diperlukan," perekam data penerbangan akan diteruskan ke Prancis untuk dianalisis.

Iran telah mengakui bahwa kedua kotak hitam itu rusak dan mereka tidak memiliki kemampuan teknis untuk mengekstraksi data dari kotak hitam.

Kanada berulang kali meminta Iran menyerahkan kotak hitam pesawat ke Ukraina atau Prancis untuk analisis.

Pada pertemuan ICAO, Menteri Transportasi Kanada Marc Garneau meningkatkan tekanan.

"Dua bulan setelah fakta, kita semua semakin khawatir dengan kegagalan Iran membaca rekaman penerbangan meskipun terus dilakukan permintaan," katanya.

Pesawat Ukraina International Airlines jatuh akibat militer Iran berusaha membalas serangan AS yang menewaskan komandan tertingginya.

Segera setelah itu, otoritas sipil Iran bersikeras kecelakaan itu kemungkinan disebabkan oleh kerusakan teknis, dan terus menyangkal klaim pesawat ditembak jatuh.

Namun pada dini hari 11 Januari, militer Iran mengakui bahwa pesawat itu ditembak jatuh karena "kesalahan manusia," menewaskan 176 orang.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini