nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ridwan Kamil Imbau Perguruan Tinggi Riset Kina sebagai Obat Korona

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 12 Maret 2020 16:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 12 65 2182313 ridwan-kamil-imbau-perguruan-tinggi-riset-kina-sebagai-obat-korona-7Y5LJNhOzM.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Dok Okezone)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau perguruan tinggi melakukan riset bukti empirik kloroquin fosfat yang banyak terkandung pada tumbuhan kina bisa mencegah pertumbuhan dan memblokade virus korona atau Covid-19.

Hal ini terkait hasil studi lembaga riset di China dan Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa 100 orang terpapar virus korona di Kota Wuhan bisa sembuh atau membaik.

Baca juga: Satu Pasien yang Diisolasi di RSPI Sulianti Saroso Meninggal Dunia 

"Jadi saya mengimbau universitas yang punya periset untuk segera dalam masa urgensi ini melakukan riset-riset yang praktis mengecek apakah yang disampaikan di Tiongkok (China, red) dan Amerika ini bisa kita jadikan sebagai upaya atau obat penyembuhan penyakit korona," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020).

Hasil penelitian di dua lembaga tersebut menyatakan ekstrak kloroquin fosfat pada kina efektif menghambat pertumbuhan dan memblokade infeksi dari virus korona. Hal itu juga dibenarkan oleh periset Unpad yaitu Profesor Keri Lestari bahwa kina selain sebagai obat malaria juga ampuh mengatasi penyebaran virus korona dalam tubuh manusia.

Tumbuhan kina. (Foto: disbun.jabarprov.go.id)

Tumbuhan kina. (Foto: disbun.jabarprov.go.id)

"Saya sudah berdiskusi dengan Profesor Keri Lestari dari Unpad yang memang sudah meneliti terkait kloroquin fosfat ini," ujar Emil –sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan, pohon kina tertanam di Jawa Barat sejak zaman kolonial Belanda, di antaranya di Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan ikonnya Taman Junghun, di Bukti Unggul Cilengkrang, Kabupaten Bandung sekira 735 hektare, Pasirjambu, Kabupaten Bandung, dan Subang. Saat ini kina dikelola dua institusi yakni PT Kimia Farma dan PTPN VIII.

"Kloroquin fosfat yang dalam bahasa awamnya adalah obat kina memang dari zaman kolonial ditanamnya di Jabar," kata Emil.

Baca juga: Waspada Korona, 126 WNA Ditolak Masuk Indonesia 

Terkait penemuan tersebut, ia mengatakan sudah menyampaikannya kepada Kementerian Kesehatan. Menurut Emil, Kemenkes juga sudah mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan potensi luar biasa.

"Sudah saya sampaikan tadi malam ke Kemenkes dan mereka mengonfirmasi bahwa kloroquin fosfat punya bukti dan punya potensi luar biasa, hanya belum jadi mainstream, maka saya imbau universitas di Jabar, salah satunya Unpad, untuk lebih meyakinkan lagi dengan bukti-bukti empirik bahwa kloroquin fosfat bisa kita jadikan sebagai obat," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini