nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Virus Korona, Kampus Unmuh Bengkulu Keluarkan Surat Edaran

Demon Fajri, Okezone · Senin 16 Maret 2020 11:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 16 65 2183931 cegah-virus-korona-kampus-unmuh-bengkulu-keluarkan-surat-edaran-rkfxXR1jDI.jpg Ilustrasi virus korona. (Foto: Shutterstock)

BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) mengeluarkan surat edaran tentang imbauan pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19) bagi civitas akademikanya. Surat tersebut dikeluarkan pada Sabtu 14 Maret 2020.

Surat bernomor 205/R.01-UMB/2020 tersebut mengacu SE Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Virus Korona pada Satuan Pendidikan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Sakroni mengatakan surat itu dikeluarkan untuk antisipasi terkait virus korona. Selain itu, jelas dia, UMB juga siaga jika keadaan Kota Bengkulu darurat Covid-19.

Pencegahan yang dilakukan, sampai Sakroni, menyediakan 10 unit sarana cuci tangan di masing-masing gedung, di Kampus 1 dan Kampus 4 UMB. Hal tersebut akan dimulai pada Senin 16 Maret 2020.

"Mulai Senin nanti (16 Maret 2020) di Kampus 1 dan 4 disediakan sarana cuci tangan di masing-masing gedung. Ada 10 unit," kata Sakroni saat dikonfirmasi Okezone, Minggu 15 Maret 2020.

Ia menyampaikan, UMB siap mengambil kebijakan merumahkan mahasiswa agar belajar di rumah. Namun, kebijakan tersebut belum diambil lantaran di Kota Bengkulu tidak ada kasus suspect virus korona.

Ke depannya, kata dia, jika ada kasus maka dari kampus akan mengambil kebijakan dengan mensterilkan seluruh lokasi serta menyemprotkan disinfektan di semua lingkungan.

"Mulai Sabtu 14 Maret, karpet masjid di kampus sementara kita gulung dahulu. Jamaah diminta membawa peralatan salat masing-masing. Kebijakan meliburkan mahasiswa belum ada, hanya saja kita sudah mengantisipasi," jelasnya.

Adapun surat edaran yang dikeluarkan tersebut berisi 12 poin. Masing-masing adalah berdoa dengan penuh keyakinan dan ketawaduan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, memperbanyak sedekah dan menjauhi maksiat agar terhindar dari virus korona.

Lalu tetap dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar, serta memastikan kebersihan tempat ibadah salat dan membawa kelengkapan masing-masing.

Kemudian UMB menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai di berbagai lokasi strategis di lingkungan kampus 1 dan 4.

Selanjutnya masing-masing unit di lingkungan UMB harus menyediakan cairan antiseptik tangan. Lalu civitas akademika diminta menghindari kontak fisik langsung.

Civitas akademika juga diminta tidak berbagi makanan, minuman, dan alat musik tiup. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar UMB seperti berkemah atau studi wisata.

Tidak hanya itu, menangguhkan semua perjalanan dinas luar, dan apabila terpaksa harus melakukan perjalanan dinas luar, maka wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan baik sebelum berangkat maupun sekembalinya dari perjalanan dinas luar.

Poin berikutnya, warga UMB dan keluarga yang bepergian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan WHO diminta tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area UMB untuk 14 hari saat kembali ke Tanah Air.

Lalu mengurangi frekuensi bepergian ke tempat umum dan menjuhi pusat keramaian. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi makanan yan sehat bergizi dan vitamin.

Terakhir, segera memeriksa diri apabila merasa kondisi tubuh mengalami gejala virus korona, seperti gangguan pernapasan, batuk, demam, dan sesak napas.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini