nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lockdown, Ini 6 Tindakan Malaysia Cegah Penyebaran Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 17 Maret 2020 08:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 17 18 2184443 lockdown-ini-6-tindakan-malaysia-cegah-penyebaran-corona-7PqCWLljKM.jpg PM Malaysia Muhyiddin Yassin. (Foto/Facebook)

PUTRA JAYA – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan kebijakan lockdown terhitung mulai 18 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020 demi membendung pandemi virus corona atau Covid-19.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional Malaysia, Senin 16 Maret malam, PM Muhyiddin melaporkan 125 kasus terbaru virus korona, sehingga kasus Covid-19 di Malayisa mencapai 553. Dari jumlah tersebut, 511 dirawat di rumah sakit, sementara 42 orang telah pulih.

Hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat virus corona di Malaysia.

Pemerintah Malaysia menanggapi situasi tersebut sangat berbahaya. Terutama perkembangan gelombang kedua [pandemi virus corona]. Prioritas pemerintah saat ini untuk mencegah penyebaran wabah baru ini,” kata PM Muhyiddin mengutip Strait Times, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: 3 WNI di Malaysia Positif Virus Corona

Ia menabahkan situasi wabah saat ini membutuhkan tindakan drastis untuk memulihkan situasi sesegera mungkin.

Pertama, larangan aktivitas massal di seluruh wilayah termasuk kegiatan keagamaan, olahraga, sosial dan budaya. Untuk menegakkan larangan ini, semua rumah ibadah dan tempat usaha harus ditutup, kecuali supermarket, pasar umum, toko kelontong dan toko yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Khusus untuk umat Islam, penundaan semua kegiatan keagamaan di masjid termasuk salat Jumat.

Kedua, melarang semua warga Malaysia bepergian ke luar negeri. Bagi mereka yang baru saja kembali dari luar negeri, mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina mandiri selama 14 hari.

Ketiga, membatasi masuknya semua turis asing dan pendatang ke Malaysia negara. Keempat, menutup semua taman kanak-kanak, sekolah negeri dan swasta, sekolah harian, sekolah berasrama, sekolah internasional, pusat tahfiz dan lembaga pendidikan dasar, menengah dan pra-universitas lainnya.

Kelima, menutup semua lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta (IPT) dan lembaga pelatihan keterampilan nasional.

Keenam, menutup penutupan semua gedung pemerintah dan swasta kecuali perusahaan yang melayani air, listrik, telekomunikasi, pos, transportasi, irigasi, minyak, gas, bahan bakar, pelumas, penyiaran, keuangan, perbankan, kesehatan, farmasi, api, penjara, pelabuhan, bandara, keamanan, pertahanan, pembersihan, persediaan eceran dan makanan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini