nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkis Virus Covid-19, Jambu Biji Jadi Kandidat Pencegahan Potensial

Edi Hidayat, Okezone · Selasa 17 Maret 2020 10:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 17 65 2184495 tangkis-virus-covid-19-jambu-biji-jadi-kandidat-pencegahan-potensial-IuSE7O4WFI.jpg Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial (Foto: Okezone)

JAKARTA - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan penelitian terkait jambu biji (guajava). Buah tersebut didapuk sebagai kandidat potensial untuk pencegahan Covid-19, atau lebih dikenal dengan virus corona.

Penelitian yang menggunakan metode penelitian bioinformatika ini memanfaatkan basis data miliki Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI.

Dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa, senyawa herbal tersebut akan dipetakan dan dikonfirmasi menggunakkan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengemukakan, jambu biji memiliki kandungan senyawa yang cukup lengkap untuk menangkal penyebaran COVID-19.

“Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” tutur Ari, seperti dikutip dari laman UI, Selasa (17/3/2020).

jambu

Baca Juga: Unair Siap Jadi Tempat Tes Virus Korona

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan beberapa golongan senyawa pada jambu biji yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah COVID-19. Golongan senyawa tersebut di antaranya hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

Ari mengatakan, hasil penelitian ini telah disampaikan pada “Seminar dan Workshop Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI.

Pihaknya akan mempersiapkan hasil penelitian ini untuk publikasi internasional dan mencari dukungan dari industri farmasi untuk produksi skala besar. Namun, proses ini belum diketahui kapan selesainya karena membutuhkan percobaan penelitian ke binatang dan manusia.

Kendati begitu, Ari menegaskan bahwa hasil penelitian ini membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui komponen yang tepat untuk pengobatan COVID-19.

Ari mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker bagi yang sakit.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini