nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WHO Serukan Negara ASEAN Termasuk Indonesia Agresif Atasi Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 18 Maret 2020 10:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 18 18 2185079 who-serukan-negara-asean-termasuk-indonesia-harus-agresif-atasi-virus-corona-aI4WbjJYQJ.jpg Petugas menyemprotkan disinfektan di pusat perbelanjaan Sarinah. (Foto/Okezone/Arif Julianto)

NEW DELHI - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengambil tindakan agresif untuk menekan penyebaran virus corona yang kian meluas.

Kasus Covid-19 merujuk data WHO per Selasa 17 Maret, mencapai 179.112 secara global dan menyebabkan 7.426 kematian.

Sejumlah negara, dalam beberapa pekan terakhir, mulai melakukan kebijakan menutup perbatasan, memberikan sanksi kepada warga yang keluar rumah serta memberlakukan jam malam hingga menutup sekolah untuk membendung penyebaran virus corona.

Baca juga: Kasus Virus Corona Capai 3.503, Kemenhan AS Mengakui Keterbatasan Tim Medis

Namun WHO mengkhawatiran bahwa sistem perawatan kesehatan masyarakat yang lebih lemah di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia tidak akan mampu mengatasi wabah besar seperti Covid-19.

"Kita perlu segera meningkatkan semua upaya untuk mencegah virus menginfeksi lebih banyak orang," kata Poonam Khetrapal Singh, direktur WHO untuk Asia Tenggara menyitir AFP, Rabu (18/3/2020).

"Semakin banyak kelompok penularan virus dikonfirmasi. Meskipun ini merupakan indikasi pengawasan yang efektif dan waspada, ini juga menyoroti kebutuhan akan upaya yang lebih agresif dan seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut," katanya menambahkan pemerintah setiap negara harus segera meningkatan upaya pencegahan lebih banyak.

Foto/Okezone

Malaysia memiliki jumlah infeksi tertinggi di Asia Tenggara dengan 673 kasus. Banyak kasus di negara terkait acara tablig akbar yang dihadiri sekira 16 ribu orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. (fzy)

Pada Senin 16 Maret, Malaysia menerapkan prosedur lockwond mulai 18 Maret hingga 31 Maret.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, "Kita tidak bisa menunggu lagi sampai situasi menjadi lebih buruk."

Malaysia melarang semua kegiatan di luar ruangan, termasuk kegiatan keagamaan dan menghentikan sementara salat Jumat. Semua toko ditutup, kecuali pasar, industri media, bank, dan layanan kesehatan.

Sementara Filipina menjadi yang pertama melakukan lockdown di Asia Tenggara. Pemerintah Filipina tidak menyebut istilah lockdown tapi karantina komunitas di Provinsi Metro Manila

Kasus Covid-19 di Filipina mencapai 187 orang, dan 47 kematian.

Terbaru, Presiden Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin 16 Maret mengeluarkan prosedur karantina komunitas terhadap Pulau Luzon untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Masyarakat di sana boleh berada di luar ruangan untuk membeli makanan, obat-obatan dan barang-barang penting lainnya yang diperlukan untuk bertahan hidup.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini