nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjahat Bersenjata Rampok 100.000 Masker saat Ukraina Masuki Masa Lock Down COVID-19

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 18 18 2185209 penjahat-bersenjata-rampok-100-000-masker-saat-ukraina-masuki-masa-lock-down-covid-19-PSC8AqWvMg.jpg Foto: Okezone.

KIEV – Polisi Ukraina menangkap lima orang yang dicurigai mencoba merampok 100.000 masker operasi dengan todongan senjata di Kiev. Penangkapan itu dilakukan di saat toko-toko, restoran ditutup dan transportasi di Ukraina dihentikan dalam upaya menahan penyebaran virus corona (COVID-19).

Sampai Rabu (18/3/2020), Ukraina telah mengonfirmasi 14 kasus Covid-19, termasuk satu kematian. Pemerintah telah mendorong warga untuk sedapat mungkin tinggal di rumah kecuali untuk membeli makanan dan obat-obatan. Namun, sejauh ini pihak berwenang tidak menetapkan jam malam.

Di tengah wabah COVID-19 tersebut, pihak berwenang Ukraina mengumumkan penangkapan sekelompok orang yang, awalnya menyamar sebagai anggota dinas keamanan negara, mencuri simpanan 100.000 masker bedah setelah menodong penjual yang menyimpan masker-masker itu di mobilnya.

"Alih-alih menegosiasikan kondisi pembelian dan penjualan, para penjahat menyerang (penjual), mengambil masker dan memukul pria itu," kata kepala polisi Kiev Andriy Kryshchenko sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (18/3/2020). "Mengenakan seragam polisi dan mengancam akan menggunakan senjata api, para penjahat mengambil alih seluruh barang."

Menyusul serangkaian langkah darurat yang diperkenalkan Presiden Volodymyr Zelenskiy, parlemen Ukraina pada Selasa (17/3/2020) menyetujui langkah-langkah termasuk denda dan hukuman penjara bagi orang-orang yang melanggar kewajiban karantina.

Penguncian (lock down) yang diberlakukan di seluruh wilayah Ukraina itu juga mencakup penutupan wilayah Chernobyl, lokasi terjadinya bencana nuklir terburuk di dunia pada April 1986, yang sejak itu menjadi daya tarik pengunjung.

Bandara utama Kiev sebagian besar kosong setelah pemerintah melarang penerbangan penumpang ke dan dari negara itu, dan mengumumkan penutupan perjalanan udara domestik mulai Rabu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini