nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Otak Pembunuh Gadis Baduy Divonis Hukuman Mati

Rasyid Ridho , Sindonews · Rabu 18 Maret 2020 08:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 18 340 2185033 otak-pembunuh-gadis-baduy-divonis-hukuman-mati-44s36ogacY.jpg Ilustrasi

LEBAK - Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Lebak, Banten menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap gadis suku Baduy, Apung Muhammad Saeful. Dia merupakan otak pembunuhan Sawi, gadis Baduy berusia 13 tahun pada 30 Agustus 2018 lalu.

Majelis hakim yang diketuai Subchi Eko Putro menyatakan bahwa terdakwa Apung Muhammad Saeful terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 340 KUHP dan 81 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Terdakwa Apung divonis hukuman mati oleh hakim. Pertimbangan majelis hakim karena Apung ini sebagai eksekutor yang menghabisi nyawanya, dan juga yang melecehkan pertama terhadap korban," kata penasehat hukum terdakwa Koswara Purwasasmita saat dikonfirmasi. Selasa (17/3/2020).

Sementara itu, terdakwa lainnya yakni Furqon divonis 15 tahun penjara denda Rp3 miliar subsider enam bulan kurungan. Furqon terbukti dengan dakwaan primer pasal 76 D jo pasal 81 ayat (1) UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Baca Juga: Begini Detik-Detik Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Baduy

"Untuk terdakwa Furqon bukan pelaku utama, dua diajak oleh Apung untuk melakukan aksinya jadi hukumannya lebih ringan," ujar Koswara.

Vonis yang diberikan hakim tersebut sesuai dengan tuntutan yang diberikan jaksa penuntut umum Taufik Munggaran sebelumnya.

Menanggapi putusan tersebut, baik terdakwa maupun penasehat hukum mengaku pikir-pikir dengan hukuman yang diberikan. "Sebagai penasehat hukum saya akan berupaya mengambil langkah banding, karena menurut hemat kami tidak ada unsur pembunuhan berencana," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini