nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Belajar dari Rumah Imbas Covid-19 Bisa Jadi Tren Masa Depan

Edi Hidayat, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 17:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 18 65 2185385 cara-belajar-dari-rumah-imbas-covid-19-bisa-jadi-tren-masa-depan-hl9CGLV4cN.jpg Ilustrasi Belajar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta dan sejumlah Pemda di Indonesia memutuskan untuk merumahkan siswa. Dengan begitu kegiatan belajar mengajar yang sedianya dilakukan di sekolah menjadi belajar dari rumah.

Menurut Direktur Southeast Asian Ministers of Education Organization (Seameo) Gatot Hari Priowirjanto, proses belajar yang diterapkan saat adalah momemtum yang menarik untuk Indonesia menuju perubahan pola belajar.

"Ini tren yang akan datang, tren masa depan. Anda bisa belajar kapan saja di mana saja kapan saja," ujar Gatot saat dihubungi Okezone, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, ini bukanlah hal yang baru sebab di negara lain sudah berjalan metode belajar dalam jaringan. Namun setiap tingkatan pendidikan memiliki metode pendekatan yang berbeda. Untuk Sekolah dasar SD dan SMP lebih tepat misalnya dengan aplikasi Whatsapp. Sementara SMA atau SMK bisa memanfaatkan misalnya Edmodo.

Di Bandung, lanjut Gatot, juga sudah dikembangkan metode wifi edukasi yang bisa digunakan bersama-sama sehingga bisa bermanfaat buat warga di sekelilingnya.

Belajar

Baca juga: Ini Resep Hand Sanitizer ala Dosen Farmasi UNAIR

Tips Belajar Jarak Jauh

Pendekatan yang bisa digunakan adalah menggunakan Whatsapp dengan membuat sebuah grup, yang berisikan 1 kelas siswa. "Jika siswa belum punya handphone bisa menggunakan orangtuanya terlebih dahulu," ujarnya.

Nanti di dalam grup tersebut bisa di-share soal baik itu file maupun link Youtube. Kemudian diberikan 3 pertanyaan saja terlebih dahulu. Misalnya apa saja yang dipelajari dan membuat resume pelajaran yang kemudian hasilnya dikirimkan ke guru melalui grup.

Nanti akan terjadi interaksi, di mana murid satu sama lain akan melihat hasil teman satu kelas. Nantinya murid akan mengerti.

"Salah satu yang harus diketahui adalah murid tidak hanya belajar ilmu, tapi juga menjelaskan, story telling. Dengan pola nantinya siswa akan bisa menjelaskan proses yang runut dan gamblang. Karena nantinya yang dicari adalah kemampuan seperti itu," ujar Gatot.

Kelemahan Belajar Daring

Kendati memiliki banyak manfaat, tetapi dia mengakui terdapat beberapa kelemahan. Pertama adalah sinyal telepon selular, di mana tidak semua kota memiliki kekuatan sinyal yang baik. Selanjutnya, adalah kuota atau paket data. "Dari sisi pemerintah nantinya perlu memikirkan adanya free intranet," tutupnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini