AS Masukkan Pimpinan Baru IS, Abdul Rahman al-Mawli dalam Daftar Hitam Teroris

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 18 2185776 as-masukkan-pimpinan-baru-is-abdul-rahman-al-mawli-dalam-daftar-hitam-teroris-JIb7kI09VC.jpg Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli. (Foto: Departemen Luar Negeri AS)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada Selasa (17/3/2020) menempatkan pemimpin baru kelompok Negara Islam (IS) dalam daftar hitam terorisnya, menamainya sebagai Amir Mohammed Abdul Rahman al-Mawli.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa al-Mawli dinobatkan sebagai pemimpin kelompok itu setelah pemimpin sebelumnya, Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan pasukan khusus AS pada Oktober 2019.

IS sebelumnya menyebut Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sebagai pimpinan barunya, tetapi para pejabat AS mengakui bahwa mereka hanya tahu sedikit tentangnya. Mereka kemudian meyakini bahwa IS menggunakan nom de guerre atau alias dari Al-Mawli.

Al-Mawli "sebelumnya aktif di al-Qaeda di Irak dan dikenal karena menyiksa minoritas agama Yazidi yang tidak bersalah," kata Pompeo sebagaimana dilansir AFP, Kamis (19/3/2020).

Organisasi itu sebelumnya menyebut Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi sebagai kepala barunya, tetapi para pejabat AS mengakui bahwa mereka tahu sedikit tentang dia - dan kemudian menjadi percaya bahwa kelompok Negara Islam menggunakan nom de guerre-nya.

Al-Mawli "sebelumnya aktif di al-Qaeda di Irak dan dikenal karena menyiksa minoritas agama Yazidi yang tidak bersalah," kata Pompeo.

"Kami telah menghancurkan kekhalifahan dan kami tetap berkomitmen untuk kekalahan abadi ISIS tidak peduli siapa yang mereka tunjuk sebagai pemimpin mereka," tambahnya.

Al-Mawli telah dianggap sebagai teroris global yang ditunjuk secara khusus, menempatkannya dalam daftar hitam yang dibuat AS setelah serangan 11 September 2001, yang membuat dukungan apa pun kepadanya sebagai kejahatan di Amerika Serikat.

Departemen Luar Negeri telah mengumumkan hadiah USD5 juta (sekira Rp80 miliar) untuk informasi yang mengarah pada penangkapan al-Mawli.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini