nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Tabligh Akbar, Malaysia Lacak Ribuan Rohingya untuk Dites Virus Corona

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 17:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 19 18 2185992 usai-tabligh-akbar-malaysia-lacak-ribuan-rohingya-untuk-dites-virus-corona-MCy6RONfoH.jpg Foto: Okezone.

KUALA LUMPUR — Otoritas Malaysia melacak keberadaan 2.000 pria etnis Rohingya yang menghadiri tablig akbar di sebuah masjid di Kuala Lumpur. Acara yang dihadiri puluhan ribu peserta itu memicu lonjakan tajam kasus infeksi virus corona (COVID-19) di banyak negara di Asia Tenggara.

Diwartakan Reuters, informasi tersebut berasal dari seorang sumber keamanan Malaysia dan dua sumber lain yang tidak mau diungkap identitasnya.

Lebih dari 100 ribu etnis Rohingya tinggal di Malaysia setelah melarikan dari Myanmar. Namun mereka dianggap sebagai imigran ilegal.

Menurut salah satu sumber, kebanyakan orang Rohingya enggan mengungkap identitas mereka untuk menjalani tes virus corona, meski mereka menunjukkan gejala-gejala.

Upaya Malaysia mencari imigran Rohignya menekankan tantangan bagi para pemerintah untuk melacak penyebaran virus tersebut di antara komunitas yang tidak memiliki dokumen legal dan khawatir bermasalah dengan pihak berwenang.

Tabligh akbar pada akhir bulan lalu digelar di sebuah masjid di pinggiran Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur. Menurut sumber lainnya, sedikitnya 16 ribu peserta, termasuk etnis Muslim Rohingya, menghadiri acara tersebut.

Selain Rohingya, sekira 1.500 umat Muslim dari seluruh penjuru Asia juga menghadiri acara tersebut.

Hampir 600 kasus virus corona di Asia Tenggara telah dikaitkan dengan tabligh akbar tersebut. Jumlah itu termasuk 513 di Malaysia, 61 di Brunei Darussalam, 22 di Kamboja, dan sedikitnya 5 di Singapura dan dua di Thailand.

Jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di Malaysia mencapai 790.

Pihak berwenang Malaysia mengatakan sudah melacak para peserta, tetapi tidak bisa menemukan sekitar 4.000 orang.

“Mereka sudah kembali ke keluarga masing-masing di seluruh Malaysia. Jadi, sulit bagi kami untuk menghubungi mereka. Banyak yang takut mengakui bahwa mereka datang ke acara tersebut. Mereka takut akan bermasalah dengan pihak berwenang,” kata salah satu sumber yang bekerja bersama komunitas pengungsi sebagaimana dilansir VOA.

“Pemerintah khawatir jika mereka tidak mengaku, infeksi (virus corona) akan makin menyebar.”

Seorang sumber keamanan mengatakan pemerintah Malaysia sudah meminta Badan Reserse Kriminal di kepolisian untuk mencari para peserta tersebut.

Kepolisian Malaysia menolak memberikan komentar dan mengarahkan Reuters untuk menghubungi Dewan Keamanan Nasional Malaysia, yang berada di bawah kantor perdana menteri. Dewan tersebut tidak bisa segera dihubungi untuk dimintai keterangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini