RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Isolasi 4 PDP Corona

Sigit Dzakwan, iNews.id · Kamis 19 Maret 2020 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 340 2185639 rsud-sultan-imanuddin-pangkalan-bun-isolasi-4-pdp-corona-MkvKAqG7vu.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

KOTAWARINGIN BARAT – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin (RSUD SI) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah terus bertambah. Kini ada 4 orang yang dikarantina di ruang isolasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar, Achmad Rois menuturkan, setelah Bupati Kobar Nurhidayah mengunjungi RSSI Pangkalan Bun, pada Selasa (17/3/2020), pihak rumah sakit melaporkan ada satu kasus status PDP ketiga dari Pangkalan Bun.

"Malamnya ada satu lagi PDP dari rujukan Rumah Sakit Kabupaten Sukamara. Jadi total yang dirawat saat ini di ruang isolasi RSSI Pangkalan Bun ada 4 PDP," ujar Rois, Rabu (18/3/2020).

Ia menerangkan, untuk kasus ketiga ada riwayat perjalanan dari Jakarta, sedangkan kasus keempat masih ditelusuri riwayat perjalanannya.

“Salah satu yang kita pegang adalah riwayat perjalanan dari daerah tertular,” ucapnya.

ilustrasi (Foto : WebMD)

Menurut Rois, PDP ketiga dan keempat itu demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius, batuk dan pilek, serta pneumonia.

"Saat ini ruangan isolasi sudah penuh hanya kapasitas 4 orang. Nantinya jika ada tambahan pasien bisa digunakan ruang VIP lama dengan kapasitas 16 ruangan,” katanya.

“Untuk sampel keempat PDP akan kita kirim bersamaan ke balai labolatorium Surabaya,” tuturnya.

Rois juga mendapatkan laporan dari puskesmas ada 4 orang dalam pemantauan (ODP), dua di antaranya merupakan tenaga kerja wanita (TKW) yang baru pulang dari Singapura, satu orang memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia, dan satu lainnya memiliki riwayat perjalanan dari Yogyakarta.


Baca Juga : Di Papua Barat, 38 Orang Berstatus ODP Corona

"Statusnya orang dalam pemantauan, kondisinya baik, belum ada gejala-gejala. Hanya kita pantau selama 14 hari. Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) kita tata dan mantapkan tujuannya untuk menemukan sedini mungkin gejala yang mengarah klinis sepeka mungkin. Mereka kerja untuk melakukan deteksi dini. Ketika deteksi dini jalan dan menemukan orang-orang punya riwayat perjalanan dari wilayah terjangkit, kita bisa melakukan pencegahan," tuturnya.


Baca Juga : Jika Melonjak, RSUD Banten Akan Dijadikan RS Khusus Covid 19

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini