342 ODP, 10 PDP, 2 Positif Corona di Kalbar

Ade Putra, Okezone · Kamis 19 Maret 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 340 2185657 342-odp-10-pdp-2-positif-corona-di-kalbar-iyQcl3Ntsz.jpg Kadinkes dan Sekda Kalbar sedang memberikan keterangan terkini penanganan virus corona. (Foto : Ist)

PONTIANAK – Di Kalimantan Barat hingga 19 Maret 2020 setidaknya ada 10 pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19).

Rinciannya, empat orang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak, dua orang di RSUD Abdul Azis Singkawang, satu orang di RSUD Pemangkat, dua orang RSUD Sambas, dan satu orang di RSUD Ade Muhammad Djun Sintang.

Sementara Orang dalam Pemantauan (ODP) mencapai 342 orang per 2 Februari hingga Maret 2020 ini. Terdiri atas Kota Pontianak sebanyak 81 orang, Sanggau 46 orang, Sintang 136 orang, Bengkayang satu orang, Kubu Raya 14 orang, Sambas 21 orang, Kapuas Hulu satu orang, dan 42 orang di Landak.

"Untuk PDP Kalbar telah merawat 20 orang. Namun yang 10 orang sudah keluar dari rumah sakit. Delapan orang dinyatakan negatif dan dua orang bukan penyakit corona," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson.

Ia menambahkan, 10 PDP tersebut termasuk dua orang yang terkonfirmasi positif corona dan diisolasi di RSUD dr Soedarso Pontianak dan RSUD Abdul Azis Singkawang. "Kondisi kedua pasien positif corona ini semakin membaik," ucapnya.

Ilustrasi (Shutterstock)

Sementara itu, dari 10 PDP tersebut salah satunya juga ada bayi berumur dua bulan asal dari Mandor, Kabupaten Landak. Hasil tes laboratorium menyatakan bayi tersebut negatif corona. "Saat ini sudah kita pindah dari ruang isolasi ke ruang biasa," tuturnya.

Menurutnya, bayi berumur dua bulan tersebut masuk dan dirawat di ruang isolasi di RSUD dr Soedarso sejak 12 Maret 2020 dan telah melakukan perjalanan bersama orangtuanya dari Malaysia dan kembali ke Kalbar pada 1 Maret 2020. "Hasilnya menyatakan bayi tersebut bukan sakit dikarenakan Covid 19," katanya.

Uji laboratorium, dikatakan Harisson, dilakukan sebanyak dua kali terhadap seluruh PDP. Kemudian, sampelnya dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta untuk diuji.

"Setelah dua kali pengambilan sampel dilakukan dan dinyatakan negatif maka pasien dinyatakan bebas corona," tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, AL Leysandri mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Kalbar menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 dan telah meminta data pada pintu perbatasan antara Indonesia-Malaysia untuk mengetahui jumlah orang yang masuk ke Kalbar.

"Penutupan PLBN juga kita lakukan dan saat ini kita minta menyiapkan ruang untuk karantina. Kita serius menangani ini. Dengan dasar ini kabupaten kota bisa segera menetapkan status KLB," ucapnya.

Tak hanya itu, saat ini Pemprov Kalbar telah mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat untuk menghentikan sementara penerbangan ke luar negeri.


Baca Juga : RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Isolasi 4 PDP Corona

"Kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat untuk penghentian sementara penerbangan ke luar negeri, kita tunggu jawabannya saja," ucapnya.


Baca Juga : MUI Sulut Tetap Bolehkan Jamaah Salat Jumat, tapi Khutbah Diperpendek

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini