nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laboratorium Mikrobiologi Klinik FKUI Ditunjuk Jadi Lab Pemeriksa Corona

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 19 65 2185941 laboratorium-mikrobiologi-klinik-fkui-ditunjuk-jadi-lab-pemeriksa-corona-zbjKUS0qZO.jpg Universitas Indonesia (UI). (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – UKK Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (LMK FKUI) ditunjuk menjadi Laboratorium Pemeriksa Covid-19 bersama dengan 11 laboratorium lainnya se-Indonesia.

Penunjukan 12 Laboratorium pemeriksa ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang Jejaring Laboratorium Pemeriksaan Covid-19. Keputusan tersebut ditandatangani oleh Menkes Terawan Agus Putranto pada Senin 16 Maret.

"FKUI siap membantu pemerintah dalam menghadapi kasus Covid-19 ini," ujar Dekan FKUI Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Salah satunya, lanjut dia, melalui kesiapan Laboratorium Mikrobiologi Klinik yang sudah terstandardisasi WHO dan mempunyai fasilitas pemeriksaan virus yaitu Biosafety Level 2 (BSL2) dan BSL3.

LMK yang berada dalam naungan Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM ini merupakan Unit Kerja Khusus (UKK) yang menjadi salah satu lab regional untuk influenza like illnes.

"Kami hampir setiap minggu melakukan pemeriksaaan influenza A dan B, H3N1 pada sampel swab throat dan nasofaring. Selain itu memiliki pengalaman pemeriksaan secara profesional saat menghadapi kasus pandemic H1N1, H5N1, dan HIV," imbuhnya.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Jejaring laboratorium pemeriksa dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan pemeriksaan screening spesimen virus corona. Berbeda dengan Laboratorium Rujukan Nasional, Laboratorium Pemeriksa Covid-19 memiliki cakupan tugas sebagai berikut:

1. Menerima spesimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit/dinas kesehatan/laboratorium kesehatan lainnya.

2. Melakukan pemeriksaan screening pada spesimen Covid-19 menggunakan form dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

3. Mengirimkan seluruh spesimen (setelah diambil sebagian untuk pemeriksaan) ke laboratorium rujukan nasional Covid-19 dengan segera tanpa menunggu hasil pemeriksaan.

4. Mengirimkan hasil pemeriksaan positif dan negatif Covid-19 kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan Public Health Emergency Center (PHEOC) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

5. Menginformasikan hasil pemeriksaan negatif kepada RS/dinkes/laboratorium kesehatan lainnya untuk deteksi cepat (realtime) dalam rangka penegakan diagnosis, sedangkan informasi hasil pemeriksaan positif hanya dapat dikeluarkan oleh Laboratorium Rujukan Nasional Covid-19.

6. Memberikan feedback kepada RS/dinkes/laboratorium kesehatan lainnya apabila terdapat kekeliruan dalam penggunaan material atau media pada spesimen yang diterima.

LMK FKUI memberikan pelayanan pemeriksaan bakteriologi, mikologi, tuberkulosis, virologi, dan mikrobiologi molekuler hingga pemeriksaan mikrobiologi lingkungan dan industri.

Lab ini juga dapat memenuhi berbagai pemeriksaan, termasuk untuk deteksi infeksi, pemeriksaan sebagai syarat pembuatan visa, dan sterilitas ruangan di fasilitas kesehatan.

Tidak hanya memiliki fasilitas lengkap, lab tersebut juga mampu melakukan berbagai pemeriksaan mikrobiologi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di FKUI.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini