Tolak Tes Corona, Anggota DPRD Blora: Bus Kami Dicegat

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 20 Maret 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 20 512 2186507 pulang-kunker-anggota-dprd-blora-tolak-cek-kesehatan-cegah-corona-Teri7k7PLT.jpg Anggota DPRD Blora (kiri) memahari petugas kesehatan (kanan). (Foto: Istimewa)

BLORA - Rombongan Anggota DPRD Blora marah-marah saat diminta cek kesehatan untuk mencegah virus corona (Covid-19). Mereka juga membentak petugas kesehatan.

Anggota DPRD Blora, Warsit menyampaikan, dia bersama rombongan baru selesai melaksanakan kunjungan kerja dari Lombok NTB, Kamis 19 Maret malam. Mendadak bus yang mereka tumpangi digiring masuk ke Terminal Padangan, Jawa Timur.

"Bus kami dicegat disuruh ke terminal, kan saru, enggak etis. Umpamanya DPRD Blora ini terpapar, umpamanya terpapar, oleh corona kan kasihan daerah lain," kata Warsit, Jumat (20/3/2020).

Dia menjelaskan, rombongan Anggota DPRD Blora naik bus, 2 mobil dinas, serta beberapa mobil pribadi. Semuanya diarahkan masuk ke terminal untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita enggak tahu teknisnya bagaimana dia (Dinas Kesehatan) tahu bahwa di mobil itu adalah anggota dewan," lugasnya.

Infografis Okezone.

Sesampainya di terminal, para wakil rakyat ini langsung turun dari bus. Mereka mengaku terkejut karena banyak orang yang telah menunggu di area terminal.

Baca juga: Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 369, Meninggal 32 Orang

"Kita turun kaget, banyak orang segitu banyaknya. Katanya kita menghindari kerumunan. Orang salat jamaah saja, MUI menganjurkan di rumah, kenapa ini malah kumpul masyarakat banyak yang kita tidak tahu kondisi kesehatannya," terang Warsit.

"Kita kan tidak tahu kalau di terminal misal ada copet, siapa yang tanggung jawab? Jadi bukan kita enggak mau,” ucapnya.

Politikus Partai Hanura itu menyesalkan tak adanya koordinasi untuk pelaksanaan tes kesehatan tersebut. Setelah dengan nada tinggi menanyakan surat tugas petugas medis, para wakil rakyat ini akhirnya hanya dicek suhu tubuh.

"Akhirnya petugas kesehatan saya minta naik ke bus, dicek suhu tubuh. Setelah selesai normal. Suhu kita rata-rata 36,4. Setelah normal ya sudah kita pulang," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Lilik Hermanto mengatakan, pemeriksaan kesehatan kepada para wakil rakyat itu sebagai upaya menekan penularan Covid-19. Apalagi, mereka baru selesai kunjungan kerja dari Lombok NTB.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini