nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah PDP Corona di Malang Bertambah, Wali Kota Batasi Mobilisasi Warganya

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 13:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 22 519 2187229 jumlah-pdp-corona-di-malang-bertambah-wali-kota-batasi-mobilisasi-warganya-pOgO1nCWlC.jpg Wali Kota Malang Sutiaji

MALANG - Hingga Minggu siang, data yang diterima Tim Satgas Covid-19 Kota Malang terdapat puluhan orang dinyatakan masuk kategori dalam pemantauan corona.

Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan, total hingga Minggu pagi dari data yang diterima ada 78 orang dalam pemantauan (ODP) corona.

"Dari jumlah ODP ada 78 orang, sedangkan untuk PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Corona mengalami kenaikan dari sebelumnya empat, kini menjadi delapan pasien dalam pengawasan," ungkap Nur Widianto, saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (22/3/2020).

Dari delapan orang dalam pengawasan, dua di antaranya telah dinyatakan positif terjangkit virus corona. Satu orang dari dua orang yang positif Covid-19 tersebut bahkan telah meninggal dunia.

Sementara dari delapan pasien dalam pengawasan yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit, dua orang pasien sempat memiliki riwayat kontak dengan seseorang positif corona yang dinyatakan meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi Solo.

Sementara itu, terus bertambahnya PDP di Kota Malang membuat Wali Kota Malang Sutiaji, membuat langkah membatasi mobilitas orang dengan memberikan edaran himbauan dan menerjunkan petugas untuk mengingatkan warga supaya tak berkumpul.

"Ini bukan menakuti-nakuti atau membuat resah, lebih pada tanggung jawab untuk memotret fakta sesungguhnya, sehingga terbangun kesadaran dan tanggung jawab. Ayolah semua gotong royong melawan Covid-19 ini," ungkap Sutiaji.

Baca Juga : Gubernur Jateng: Proses Belajar Daring Harus Berkaitan dengan COVID-19

Ia juga meminta masyarakat yang tak berkepentingan keluar untuk tidak keluar dan membatasi interaksi sosial demi pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona ini.

"Tidak ada pemerintah yang berniat dan sengaja untuk menjadi orang susah atau merugi, tapi tentang Covid-19 ini kita bicara keselamatan dari satu juta populasi yang ada di Kota Malang. Jadi saya minta perhatikan dan patuhi aturan tentang sosial distance (pembatasan sosial) serta beraktivitas di rumah masing - masing," tutup Sutiaji.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini