nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Undip Ciptakan Masker BC19, Begini Caranya

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 09:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 22 65 2187161 peneliti-undip-ciptakan-masker-bc19-begini-caranya-Fqmt5lGfGB.JPG Masker BC19 karya dosen Undip (Foto: Okezone/Taufik Budi)

SEMARANG - Masker menjadi barang langka di tengah merebaknya virus corona atau Covid-19. Mereka berburu masker untuk mencegah penularan virus asal Wuhan China tersebut.

"Saat ini masker langka. Bila adapun harganya mahal. Rakyat tidak mampu. Apalagi masker yang dikenalkan adalah sekali pakai," kata dosen sekaligus peneliti Universitas Diponegoro (Undip), Minggu (22/3/2020).

"Hari ini pemerintah baru mau akan bagi 12 juta masker pun, tidak akan penuhi kebutuhan kita. Pasien dan tenaga kesehatan akan didahulukan," jelas dia.

Menurutnya, perlu solusi yang tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan masker. Untuk itu diciptakan Masker BC19 yang dibuat dari kain 2 lapis dan di dalamnya bisa disisipkan kertas tisu.

"Kertas tisu adalah harus dilapiskan di tengahnya. Menutup baik hidung dan mulut. Ukuran besar 20 x 10 sentimeter. Bagi anak bisa disesuaikan," terangnya.

Dia menyampaikan banyak keunggulan dari masker yang baru diciptakan tersebut. Di antaranya, proses pembuatan mudah, harga murah yakni sekira Rp2.500, bisa dipakai ulang, dan ramah lingkungan karena minim limbah.

"Bila sudah dipakai atau basah, tisu dilepas ganti baru. Bila sudah dipakai direndam dan dicuci dengan sabun. Selamat membuat dan semoga kita terlindung dari sakit karena virus corona," imbuh aktivis kemanusiaan itu.

"Metode ini kami uji dengan uji spray (simulasi batuk) dan uji tiup membuktikan sekualitas dengan masker SNI," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini