nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov Jateng Gandeng Undip Berhitung Puncak Pandemi Corona

Taufik Budi, Okezone · Senin 23 Maret 2020 11:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 23 65 2187562 pemprov-jateng-gandeng-undip-berhitung-puncak-pandemi-corona-VBSUn7TD05.jpg Universitas Diponegoro. (Foto: Undip.ac.id)

SEMARANG – Jumlah pasien yang terpapar Corona Virus Desease (Covid-19) di Provinsi Jawa Tengah terus bertambah. Selain melakukan penanganan medis di rumah sakit terhadap pasien, juga memperhitungkan masa puncak pandemi virus corona.

"Kenapa teman-teman yang melakukan tracing (pasien kasus corona) itu kita minta begitu seriusnya mencari, dan kita meminta masyarakat untuk menyampaikan informasi informasi secara terbuka, karena dengan itu kita harapkan kami akan mudah melakukan pengecekan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Minggu 22 Maret 2020.

"Karena seluruh data dan tren itu kita coba analisis," lanjutnya.

Maka itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng pakar-pakar dari berbagai disiplin ilmu, termasuk akademisi Universitas Diponegoro (Undip). Mereka akan menghitung sebaran daerah yang patut diwaspadai sehingga bisa ditentukan langkah-langkah penanggulangannya.

"Kita libatkan kawan-kawan, termasuk dari perguruan tinggi Universitas Diponegoro membantu kita, ahli-ahli statistik membantu kita, di samping itu pakar-pakar yang punya expertis kedokteran," terangnya.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

"Kita menghitung betul hari ini trennya seperti apa, kiranya nanti puncaknya sampai bulan apa? Rumah sakit siap atau tidak? Bagaimana kita melandaikan kurva agar kemudian dia tidak masuk ke rumah sakit tapi bisa dicegah di masyarakat," ungkapnya.

Menurut dia, peran masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran virus corona. Social distancing atau pembatasan sosial menjadi salah satu cara yang terus didengungkan karena dinilai ampuh menghindarkan masyarakat dari kerumunan.

"Dengan menjaga jarak, dengan mereka tetap tinggal dirumah, dengan mereka memberikan edukasi ketika pelajar di rumah jangan dikasih PR banyak-banyak kasih saja pelajaran tentang Covid-19, sehingga mereka bisa tahu itu kan ilmu yang sangat penting," tutur dia.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini