nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UN Ditiadakan, Ini Alasan Rapor Jadi Opsi Terakhir Tentukan Kelulusan Siswa

Widi Agustian, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 09:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 24 65 2188060 un-ditiadakan-ini-alasan-rapor-jadi-opsi-terakhir-tentukan-kelulusan-siswa-FvHQS6NzBD.jpg Ujian Nasional (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menyebut Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengkaji opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti ujian nasional (UN).

Walau begitu, dia melanjutkan, opsi tersebut hanya akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring). Jika tidak bisa direalisasikan, maka kelulusan akan didasarkan pada nilai rapor.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Korona, UNBK Tingkat SMK di Banten Ditunda

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di Gedung-gedung sekolah,” katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Politikus PKB ini menegaskan jika USBN via daring tidak bisa dilakukan maka muncul opsi terakhir yakni metode kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumalatif siswa selama belajar di sekolah.

Baca Juga: UN 2020 di Tengah Pandemi Corona, 28 Provinsi Tetap Berjalan Normal

Untuk tingkat SMA dan SMP maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumalatif mereka selama tiga tahun belajar. Pun juga untuk siswa SD, kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar.

“Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai raport dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kulikuler atau ekstra kulikuler siswa terdokumentasi dari nilai raport,” ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini