nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2.696 Kematian Akibat Virus Corona, Spanyol Minta Bantuan NATO

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 10:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188684 2-696-kematian-akibat-virus-corona-spanyol-minta-bantuan-nato-X0iAFBxEYy.jpg PM Spanyol Pedro Sanchez. (Foto/Irish Times)

MADRID - Militer  Spanyol meminta bantuan kepada organisasi keamanan internasioanl (NATO) untuk memerangi virus corona, saat kematian akibat Covid-19 di Negara itu hamper 2.700 dan infeksi meningkat menjadi 40.000.

Spanyol menjadi salah satu negara yang paling terdampak, dengan angka kematian tertinggi ketiga dengan jumlah korban terakhir adalah 2.696, setelah 514 orang meninggal selama 24 jam terakhir.

Spanyol sudah menerapkan pembatasan wilayah secara nasional pada 14 Maret, namun jumlah kematian dan kasus infeksi terus meningkat, dan tentara Spanyol dipanggil untuk bergabung demi menanggulangi penyebaran virus.

Baca juga: Lansia di Spanyol Ditelantarkan di Rumah-Rumah Jompo karena Wabah Virus Corona

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat, naik hampir 20 persen menjadi 39.673,.

“Ini adalah minggu yang sangat sulit karena kita berada pada tahap pertama mengatasi virus, fase di mana kita sedang mendekati puncak epidemi,” ujar Menkes Spanyol Salvador Illa mengutip AFP, Rabu (25/3/2020).

Seperti banyak negara lain, Spanyol juga berjuang dengan kurangnya pasokan medis untuk pengujian, perawatan dan perlindungan pekerja medis.

Dalam sebuah pernyataan, NATO mengatakan militer Spanyol telah meminta "bantuan internasional", mencari pasokan medis untuk membantu mengekang penyebaran virus baik di militer maupun di populasi sipil.

Permintaan tersebut menetapkan 450.000 respirator, 500.000 kit pengujian cepat, 500 ventilator, dan 1,5 juta masker bedah.

Sementara itu pemerintah Spanyol juga berencana untuk memproduksi peralatan medis sendiri.

"Kami mulai berbicara tentang industri perang, ekonomi perang dan itu sangat penting," ujar Menteri Perindustrian Spanyol Maria Reyes Maroto.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Selasa, 24 Maret meminta persetujuan parlemen untuk memperpanjang keadaan darurat selama dua minggu, sampai 11 April.

"Kami menyadari betapa sulitnya untuk memperpanjang situasi ini, tetapi sangat penting bahwa kami terus memerangi virus untuk memenangkan pertempuran ini," kata juru bicara pemerintah Maria Jesus Montero.

Wilayah Madrid menjadi yang paling terdampak dengan 12.352 infeksi dan 1.535 kematian, atau 57 persen dari angka nasional.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini