nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

174 Staf Kemenhan AS Positif Covid-19, Trump Berencana Akhiri Social Distancing

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 10:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188694

WASHINGTON – Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa 174 staf mereka terpapar virus corona, meningkat 41 kasus dari hari sebelumnya.

Dalam pembaruan harian pada Selasa, 24 Maret, Kemenhan AS menambahkan bahwa 59 karyawan sipil, 61 tanggungan, dan 27 kontraktor juga dinyatakan positif.

Presiden Amerika Donald Trump, Senin (23/3), mengatakan, “Kami tidak akan membiarkan obat menjadi lebih buruk daripada penyakitnya."

Pernyataan Trump tersebut mengisyaratkan keinginannya untuk segera mengakhiri masa social distancing atau “pembatasan sosial” yang kini berlaku yang bertujuan untuk membendung lonjakan wabah virus corona.

“Negara kita tidak seharusnya dihentikan aktivitasnya,” tambahnya.

"Warga kita ingin kembali bekerja. Mereka akan menjaga jarak dan yang lain-lainnya, dan orang lanjut Usia akan dilindungi & dengan penuh kasih. Kita bisa melakukan dua hal sekaligus. Penyembuhan tidak mungkin lebih buruk dari masalahnya!," cuit Trump hari Selasa (24/3) pagi.

Foto/White House

Trump, dalam jumpa pers harian gugus tugas virus corona Gedung Putih, mengatakan sebuah tim besar sedang mengerjakan apa langkah selanjutnya yang akan diambil untuk mengakhiri penghentian kegiatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Pada titik tertentu, negara perlu “terbuka, bergerak,” kata Trump. Dia kini mempertimbangkan risiko pandemi COVID-19 terhadap kehancuran ekonomi yang terjadi di Amerika akibat penutupan sebagian besar dunia usaha.

Menurut Presiden Trump angka kematian akibat krisis ekonomi yang meluas dapat melebihi jumlah kematian yang disebabkan oleh virus corona di Amerika Serikat. Dia menyatakan bahwa tingkat kematian dari virus corona kurang dari 1 persen - jauh lebih rendah dari yang diantisipasi sebelumnya.

“Amerika akan pulih dan akan segera terbuka untuk bisnis,” kata Trump.

Dia menjelaskan pemulihan itu tidak dalam waktu tiga hingga empat bulan seperti yang diprediksi oleh sebagian orang yang memperingatkan bahwa ancaman mengerikan dari virus corona tidak akan surut dengan cepat.

Di AS, virus corona telah menjangkiti lebih 55 ribu, dan 790 orang meninggal. Sementara 348 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini