nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Minta Bantuan Peralatan Medis dari Korsel untuk Hadapi Virus Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 14:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188801 trump-minta-bantuan-peralatan-medis-dari-korsel-untuk-hadapi-virus-corona-C8xjHPdVfI.jpg Foto: Okezone.

SEOUL – Pemerintah Korea Selatan mengatakan akan mengirim peralatan medis ke Amerika Serikat (AS) untuk memerangi virus corona (COVID-19) jika memiliki cadangan. Hal itu disampaikan setelah adanya permintaan mendesak dari Presiden Donald Trump di mana ia berjanji untuk membantu perusahaan Korea mendapatkan persetujuan pemerintah AS.

Berita mengenai permintaan itu menyoroti jalur yang berbeda yang telah diambil kedua negara sejak keduanya menemukan kasus virus corona pertama mereka pada hari yang sama.

Setelah penyebaran besar COVID-19 pertama, Korea Selatan meluncurkan pengujian luas dalam beberapa hari, dengan cepat meluncurkan program agresif untuk mengisolasi kasus yang dikonfirmasi dan melacak kontak mereka.

Langkah itu dipuji karena memperlambat penyebaran penyakit dengan relatif sedikit gangguan dan hanya 125 kematian. Langkah itu juga berhasil membawa jumlah infeksi baru per hari menjadi di bawah 100 selama 13 hari berturut-turut.

AS awalnya hanya melakukan sedikit pengujian dan telah menutup sebagian negara bagian secara massal, sementara wabah tumbuh cepat di sejumlah negara bagian dan ribuan kasus baru per hari.

Dalam percakapan telepon selama 23 menit, Trump mengatakan kepada Presiden Moon Jae-in bahwa dia akan membantu produsen Korea mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) untuk peralatan mereka, demikian disampaikan kantor kepresidenan Blue House melalui sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (25/3/2020).

Moon mengatakan kepada Trump bahwa Korea Selatan "akan memberikan dukungan sebanyak mungkin, jika ada peralatan medis cadangan di Korea".

Saat ini AS merupakan negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak ketiga setelah China dan Italia. Berdasarkan laporan terbaru lebih dari 50.000 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di AS dengan 782 kematian.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini