nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kematian Hampir 2 Ribu Jiwa Akibat Covid-19, Iran Tolak Bantuan dari Asing

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 16:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188867 kematian-hampir-2-ribu-jiwa-akibat-covid-19-iran-tolak-bantuan-dari-asing-5154hdT3gt.jpg Warga Iran mengenakan masker cegah penyebaran Covid-19. (Foto/Tasnim News)

TEHERAN - Seorang pejabat senior Iran menolak bantuan dari badan amal medis yang berpusat di Prancis, untuk menangani epidemi virus korona setelah tawaran dari. Padahal kasus kematian di negara itu hampir 2 ribu jiwa.

"Karena mobilisasi nasional Iran terhadap virus dan penggunaan penuh kapasitas medis dari angkatan bersenjata, tidak perlu sekarang tempat tidur rumah sakit diatur oleh pasukan asing, dan kehadiran mereka dikesampingkan," ujar Alireza Vahabzadeh, penasihat menteri kesehatan Iran, mengutip Channel News Asia.

Oraganisasi iternasional Dokter Lintas Batas (MSF) berencana untuk mengirim tim beranggotan 9 orang dan peralatan untuk mendirikan rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur. Namun dari kalangan ultra-konservatif Iran menuduh staf MSF akan berfungsi sebagai "mata-mata".

Juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour, sebelumnya mengatakan ada 1.762 kasus baru telah dikonfirmasi di Iran selama 24 jam terakhir dan 24.811 orang sekarang diketahui telah terinfeksi virus corona baru.

Dia mengumumkan 122 kematian, meningkatkan jumlah resmi menjadi 1.934.

Angka kematian di Iran tertinggi keempat setelah Italia, China dan Spanyol, tetapi tidak seperti negara-negara itu, Iran belum memberlakukan karantina terhadap warganya.

Sebaliknya, negara ini berada sedang merayakan liburan Tahun Baru Persia selama dua minggu. Banyak warga Iran yang yang mengunjungi keluarga mereka.

Meskipun pihak berwenang meminta orang untuk tinggal di rumah dan penutupan pusat perbelanjaan dan rekreasi, masih banyak warga Iran berkerumun di jalan-jalan.

Jahanpour mengumumkan kantor pemerintah akan dibuka kembali, dan banyak pegawai negeri yang akan bekerja dari rumah.

"Hanya sekitar sepertiga karyawan pemerintah bekerja di kantor dan hanya untuk tugas-tugas administrasi yang penting bagi publik," katanya, seraya menambahkan bahwa semua kantor akan mempraktikkan pembatasan jarak sosial.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendesak warga Iran untuk mengikuti instruksi negara, "sehingga Tuhan Yang Mahakuasa akan mengakhiri bencana ini untuk rakyat Iran, untuk semua negara Muslim dan untuk seluruh umat manusia".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini