nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Thailand Lockdown, 60 Ribu Pekerja Migran Kembali ke Negara Asal

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 16:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 18 2188885 thailand-lockdown-60-ribu-pekerja-migran-kembali-ke-negara-asal-m9jhWBxT0r.jpg Pekerja migran meninggalkan Thailand. (Foto/Bangkok Post)

BANGKOK – Sekira 60.000 pekerja migran yang tinggal di Thailand pulang ke negara asa sejak pihak berwenang menutup mal dan banyak bisnis pada akhir pekan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Langkah Thailand yang memberlakukan pembatasan wilayah atau lockdown membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, dan memicu eksodus besar-besaran lima juta pekerja migran negara itu, terutama dari Laos, Myanmar dan Kamboja.

Thailand telah menutup perbatasan daratnya, menyuruh orang untuk tinggal di rumah, dan menutup sebagian besar layanan bisnis untuk menekan penyebaran virus.

Baca juga: Bantu Perang Melawan COVID-19, Singapura Sumbangkan Empat Thermal Scanner untuk Batam

Baca juga: Amerika Serikat Berpotensi Jadi Pusat Virus Corona

Seorang pejabat kementerian dalam negeri Thailand mengatakan kepada Reuters sekitar 60.000 pekerja migran dari Laos, Kamboja dan Myanmar telah kembali ke rumah mereka pada Selasa 24 Maret.

Semenara itu, Thailand telah melaporkan 934 kasus virus, jumlah tertinggi kedua yang dilaporkan di Asia Tenggara.

"Pihak berwenang mengirim para pekerja kembali ke negara asal dan wilayah mereka masing-masing dengan mobil, tetapi beberapa tidak bisa menunggu dan mencoba melewati perbatasan," kata Ye Min dari komite Aliansi Bantuan, sebuah organisasi nirlaba yang membantu migran pekerja di Thailand.

Dia mengatakan sekitar 30.000 telah menyeberang dalam beberapa hari terakhir melalui beberapa pos perbatasan.

Mengutip catatan resmi, seorang anggota parlemen di Myanmar, Thant Zin Aung, mengatakan jumlah migran yang melewati salah satu pos pemeriksaan mencapai 18.000 orang.

Win Paing, seorang karyawan pengalengan ikan berusia 24 tahun, mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa keluarganya telah memintanya untuk kembali.

“Di Thailand, orang-orang sekarang membeli makanan tetapi saya tidak punya banyak uang, jadi saya hanya ingin pulang,” katanya.

Myanmar melaporkan kasus virus ketiga pada Rabu pagi, yakni seorang pria berusia 26 tahun yang terbang dari Inggris melalui Bangkok. Semua kasus yang dikonfirmasi sejauh merupakan kasus impor.

Pekerja migran yang kembali ke negaranya diperintahkan untuk mengkarantina diri mereka sendiri di desa-desa di seluruh negeri selama 14 hari.

Laporan media lokal Myanmar, setidaknya 11 orang telah dikirim ke rumah sakit karena demam tinggi.

Sejumlah besar pekerja juga menyeberang ke Kamboja dan Laos. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini