nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Pemudik Sudah Masuk Jateng di Tengah Covid-19 Mewabah

Taufik Budi, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 21:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 512 2188985 ribuan-pemudik-sudah-masuk-jateng-di-tengah-covid-19-mewabah-aPEuu6eHnv.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

SEMARANG – Ribuan pemudik dari berbagai kota termasuk Jabodetabek telah memasuki wilayah Jawa Tengah. Semua pihak termasuk pengurus RT/RW diminta turut terlibat untuk memantau setiap pendatang lantaran covid-19 atau virus corona tengah mewabah.

“Saya mencermati pergerakan saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin kita tahu ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (25/3/2020).

Bukan hanya ke Jepara, pemudik juga berdatangan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah. Mereka memilih pulang ke kampung halaman karena kantor atau perusahaan tempat bekerja telah tutup sesuai anjuran pemerintah.

“Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng.

Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang. Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya,” katany detail.

Politikus PDIP itu pun berharap seluruh kepala daerah di Jawa Tengah semakin meningkatkan kewaspadaan untuk menanggulangi pandemic corona. Terlebih, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jateng kini mencapai 38 orang.

Baca Juga : MUI Targetkan 2 Fatwa Penanganan Virus Corona Selesai Pekan Ini

“Saya meminta kepada kepala daerah, para bupati dan wali kota untuk mencermati situasi ini. Mohon lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus,” tandasnya.

“Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW. Dengan demikian jika ditemukan pasien positif baru, kita akan bisa menelusuri riwayat kontak dan pergerakan pasien tersebut,” pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini