nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UN dan UAMBN Madrasah Ditiadakan, Kemenag Imbau Siswa Fokus Belajar di Rumah

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 09:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 25 65 2188668 un-dan-uambn-madrasah-ditiadakan-kemenag-imbau-siswa-fokus-belajar-di-rumah-Tw4tmxdu5b.jpg Ilustrasi madrasah. (Foto: Dok Kemenag)

JAKARTA – Kementerian Agama memastikan ujian nasional (UN) bagi madrasah tsanawiah (MTs) dan madrasah aliah (MA) ditiadakan. Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo serta Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

"UN jenjang MTs dan MA tahun pelajaran 2019/2020 dibatalkan. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tidak lagi gunakan nilai UN sebagaimana tahun sebelumnya," terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Dr HA Umar di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Ia menerangkan, kebijakan sama juga berlaku terhadap pelaksanaan ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) MA dan MTs. Umar menerangkan, UAMBN ditiadakan bagi madrasah yang belum menyelenggarakannya.

Adapun untuk madrasah yang telah melaksanakan, kata dia, maka pesertanya akan mendapat sertifikat hasil UAMBN. Umar mengungkapkan, sertifikat bisa dicetak langsung oleh madrasah melalui aplikasi UAMBN-BK.

Dia menjelaskan, panitia UAMBN Kanwil Kemenag Provinsi dapat mengunduh hasil UAMBN-BK jenjang MA dan MTs di laman uambnbk.kemenag.go.id mulai 26 Maret. Selanjutnya hasil UAMBN-BK, lanjut Umar, didistribusikan ke MA dan MTs di wilayahnya dalam bentuk soft file.

"Nilai UAMBN yang sudah dihasilkan hanya diperlukan untuk pemetaan kompetensi siswa madrasah dan tidak digunakan sebagai prasyarat kelulusan dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," jelasnya.

Aturan Kelulusan

Umar mengatakan, standar kelulusan ujian madrasah berpedoman pada SK Dirjen Nomor 247 Tahun 2020 tentang POS Ujian Madrasah. Dalam konteks saat ini, jelas dia, ujian madrasah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali bagi yang telah melaksanakannya beberapa waktu lalu.

Sebagai ganti, kata Umar, ujian madrasah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dari nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. Ujian juga bisa dalam bentuk penugasan, tes daring bila memungkinkan, atau bentuk asesmen lainnya yang memungkinkan ditempuh secara jarak jauh atau daring.

"Ujian madrasah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu dipaksakan mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh," terang Umar.

"Madrasah yang telah melaksanakan ujian, dapat menggunakan nilainya untuk menentukan kelulusan siswa," sambungnya.

Sementara bagi madrasah yang tidak memungkinkan melaksanakan ujian secara daring, jelas Umar, bisa melakukan ketentuan berikut:

Pertama, kelulusan madrasah ibtidaiah (MI) ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas IV, V, dan VI semester gasal). Nilai semester genap kelas VI, bila ada, dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Kedua, kelulusan madrasah tsanawiah (MTs) dan madrasah aliah (MA) ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas IX dan kelas XII, bila ada, bisa digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Ketiga, rumus perhitungan nilai kelulusan siswa pada semua tingkatan (MI,MTs, dan MA) dapat ditentukan oleh madrasah.

Penetapan waktu kelulusan siswa madrasah dapat ditentukan oleh madrasah dengan menyesuaikan ketetapan waktu di lingkungan pendidikan suatu daerah yang dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan bersama Kanwil Kemenag atau Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.

"Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pelaksanaan ujian akhir semester atau kenaikan kelas," tegas Umar.

Belajar dari Rumah

Kementerian Agama juga mengatur proses belajar dari rumah. Menurut Umar, jangka waktu belajar dari rumah untuk madrasah disesuaikan ketentuan pemerintah daerah atau gubernur setempat, termasuk perubahan perpanjangan masa belajar dari rumah yang menyesuaikan pada kondisi masing-masing daerah.

Namun, Umar mengingatkan para guru bahwa belajar dari rumah secara daring bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Maka itu, kata dia, belajar dari rumah lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya pemahaman mengatasi pandemi Covid-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan beribadah siswa di tengah keluarga.

Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah, kata Umar, dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ketersedeiaan fasilitas belajar di rumah.

"Pemberian tugas pembelajaran wajib mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.

"Oleh karena itu, beban tugas yang diberikan agar dipastikan dapat diselesaikan oleh siswa tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cukupnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas siswa," sambungnya.

"Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah, lalu diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif," katanya lagi.

Umar menambahkan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran terkait hal ini yang ditujukan kepada Kakanwil Kemenag Provinsi untuk dilanjutkan ke Kankemenag Kabupaten/Kota dan madrasah.

Surat edaran juga mengatur tentang mekanisme penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Madrasah harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di madrasah.

PPDB dianjurkan untuk dilaksanakan secara daring dan/atau bentuk lain dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Mekanisme penetapan hasil PPDB dilakukan oleh madrasah.

"Penggunaan dana BOS madrasah atau bantuan operasional pendidikan (BOP) RA sedapat mungkin untuk keperluan pencegahan pandemi Covid19, termasuk penyelenggaraan pembelajaran daring/jarak jauh agar ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini