nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantu Atasi Virus Corona, ITS Produksi Face Shield Mask

Rani Hardjanti, Okezone · Rabu 25 Maret 2020 15:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 25 65 2188824 bantu-atasi-virus-corona-its-produksi-face-shield-mask-n3jE91e0Xc.jpeg Face Shiled Mask. (Foto: ITS.ac.id)

Pendiri Rumah Prototesis Indonesia ini mengatakan digunakan dua jenis plastik untuk membuat Face Shield Mask ini yaitu plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Polyethylene terephthalate (PET). Masker darurat itu pun harus diproduksi dengan memerhatikan keamanan bahan yang digunakan.

Kedua plastik yang dipilih, menurut Djoko, adalah jenis yang aman digunakan, termasuk untuk kepentingan medis. Pasalnya dua jenis plastik itu juga dapat digunakan sebagai pengemas bahan pangan.

Selain itu, baik plastik HDPE maupun PET sama-sama mudah ditemukan di pasaran. "Kemudahan ini begitu mendukung proses produksi di tengah anjuran untuk social distancing," sebutnya.

Ketika ditanya soal distribusi produk, Djoko menyampaikan masker ini hanya diperuntukkan bagi lembaga klinis yang membutuhkan. Ia menyebutkan pembagian yang tanpa biaya tersebut memiliki alur prosedur distribusi tidak sembarangan.

"Kami tidak ingin ada kesalahan penyaluran kepada yang kurang membutuhkan," tegasnya.

Tim yang ada terbagi menjadi empat divisi, yaitu pendataan permintaan, produksi, perakitan, dan distribusi. Hal itu merupakan salah satu bentuk upaya mencegah terjadinya kesalahan dalam penyaluran masker gratis ini.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Mengikuti rekomendasi dari jajaran Dekanat Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS, permintaan yang akan diproses adalah yang mengikuti alur pemesanan kebutuhan.

Bagi lembaga klinis yang ingin mengajukan permintaan kebutuhan, alur yang harus ditempuh adalah menyiapkan surat permintaan resmi dan melampirkannya bersama formulir daring yang disediakan. Detail dari prosedur dapat diketahui melalui narahubung tim penggerak produksi Face Shield Mask, termasuk Djoko sendiri.

Djoko pun meminta doa dan dukungan serta partisipasi siapa saja yang tergerak untuk ambil bagian sebagai relawan dalam proses produksi ini.

"Akan ada pelatihan yang terkoordinasi bagi relawan sehingga social distancing tidak jadi halangan untuk mengupayakan keberhasilan mencapai target produksi yang tinggi," jelasnya.

Salah satu yang disebut sebagai partner produksi APD ini adalah 20 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Harapannya dengan banyak menjalin kerja sama, produk yang perlu disterilisasi dan uji kelayakan ini semakin bermutu dan terjamin.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini